Hukum Mufaraqah dari Imam yang Tidak Disukai

1
23

BincangSyariah.Com – Dalam kondisi tertentu saat shalat berjemaah, makmum boleh memisahkan diri dari imam dan melanjutkan shalat tersebut sendirian. Dalam fiqih, pemisahan diri dari imam saat shalat berjemaah ini disebut dengan mufaraqah. Umumnya, mufaraqah ini dilakukan oleh makmum ketika mengetahui imam melakukan hal-hal yang dianggap membatalkan shalat. Namun bagaimana jika makmum mufaraqah dari imam yang tidak disukai olehnya, apakah hal itu boleh?

Melakukan mufaraqah dari imam yang tidak disukai itu hukumnya adalah makruh. Hal ini karena tidak suka atau benci pada imam bukan bagian dari udzur-udzur yang membolehkan makmum melakukan mufaraqah. Karena itu, jika makmum melakukan mufaraqah dari imam yang ia tidak sukai, maka hukumnya makruh dan menghilangkan keutamaan berjemaah.

Menurut ulama Syafiiyah, shalat di belakang imam yang tidak disukai hukumnya boleh dan tidak makruh. Karena itu, meski makmum tidak suka pada imam, maka ia sebaiknya tidak mufaraqah dari imam tersebut. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiatul Jamal berikut;

أَمَّا الْمُقْتَدُونَ اَلَّذِينَ يَكْرَهُونَهُ فَلَا تُكْرَهُ لَهُمُ الصَّلَاةُ خَلْفَهُ

Adapun orang-orang yang bermakmum kepada (imam) yang mereka tidak sukai, maka tidak makruh bagi mereka untuk shalat di belakangnya.

Adapun udzur yang membolehkan mufaraqah dari imam di antaranya adalah; Imam terlalu lama sehingga menimbulkan masyaqqah pada makmum, makmum sedang sakit, makmum sangat mengantuk, makmum khawatir kehilangan harta, makmum khawatir ketinggalan rombongan, atau makmum berdiri sendirian di barisan paling belakang shaf tanpa ada yang menemani.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berikut;

وَالأَعْذَارُ الَّتِي يَخْرُجُ لأَجْلِهَا مِثْلُ الْمَشَقَّةِ بِتَطْوِيلِ الإِمَامِ أَوْ الْمَرَضِ أَوْ خَشْيَةِ غَلَبَةِ النُّعَاسِ أَوْ شَيْءٍ يُفْسِدُ صَلاتَهُ أَوْ خَوْفِ فَوَاتِ مَالٍ أَوْ تَلَفِهِ أَوْ فَوْتِ رُفْقَتِهِ أَوْ مَنْ يَخْرُجُ مِنْ الصَّفِّ لا يَجِدُ مَنْ يَقِفُ مَعَهُ

Di antara uzur-uzur yang membolehkan keluar dari berjemaah seperti masyaqqah karena imamnya terlalu lama, sakit, takut dikalahkan oleh rasa mengantuk sangat parah, atau sesuatu yang merusak shalatnya, atau takut hilangnya harta, atau keluar dari shaf sehingga berdiri sendirian di barisan paling belakang tanpa ada yang menemani.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here