Hukum Menyembelih Hewan Kurban pada Malam Hari

0
217

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, penyembelihan hewan kurban dilakukan pada siang hari di hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq. Namun karena beberapa hal, kadang hewan kurban terpaksa disembelih pada malam hari.

Ada dua pendapat ulama terkait menyembelih hewan kurban pada malam hari tanggal 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah. Imam Syafii dan kebanyakan ulama mengatakan, menyembelih hewan kurban pada malam hari hukumnya sah, hanya saja makruh. Artinya, meskipun hewan kurban yang disembelih pada malam hari hukumnya sah, namun sebaiknya tidak dilakukan.

Hal ini agar pengurusan hewan kurban mudah dilakukan, mulai dari penyembelihan, pemotongan dan pembagian daging hewan kurban. Juga agar bisa dihadiri banyak orang dan mudah membagikan daging hewan kurban kepada orang yang membutuhkan.

Pendapat Imam Syafii ini juga disetujui oleh ulama lain, seperti Abu Tsaur, Ishaq, Ibnu Hazm dan lainnya. Mereka mengatakan bahwa malam hari juga bisa digunakan untuk menyembelih hewan kurban, hanya saja jika tidak ada hajat seperti tidak cukup waktu di siang hari, sebaiknya hewan kurban disembelih di waktu siang.

Sementara itu, menurut pendapat Imam Ahmad dan Imam Malik, tidak boleh menyembelih hewan kurban di waktu malam hari. Jika hewan kurban disembelih pada malam hari, maka hukumnya tidak sah.

Salah satu hujah yang dijadikan dasar ketidakbolehan menyembelih hewan kurban pada malam hari adalah karena malam hari bukan waktu menyembelih hewan kurban. Waktu menyembelih hewan kurban adalah siang hari, sehingga jika disembelih malam hari maka hukumnya tidak sah. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah Alhajj 28;

وَ يَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ في ايام معلومات عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَام

Baca Juga :  Syarat-Syarat Sah Puasa Ramadhan

“Mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang diketahui atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak.”

Dalam ayat di atas, Allah menyebut ayyam yang berarti siang, bukan layali atau malam. Dengan demikian, siang hari adalah waktu menyembelih hewan kurban, bukan malam hari. Imam Alqurthubi menyebutkan penafsiran ayat di atas di dalam kitbanya Tafsirul Qurthubi;

قالوا فذكر الايام دون الليالي فالايام هي وقت الذبح دون اليالي

“Mereka berkata; ‘Allah menyebut ayyam (siang) bukan layali (malam), sehingga waktu siang adalah waktu menyembelih bukan waktu malam.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.