Hukum Menutup Telinga dengan Jari Ketika Azan

3
14304

BincangSyariah.Com – Bagaimana hukum menutup telinga dengan jari ketika azan, apakah dianjurkan?

Saat kita mengumandangkan azan untuk shalat, kita disunahkan untuk menutup kedua telinga dengan kedua jari telunjuk. Hal ini karena menutup telinga dengan jari sudah dipraktekkan oleh Sayidina Bilal bin Rabah saat beliau azan dihadapan Nabi Saw.

Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Tirmizi dari Abi Juhaifah, dia berkata;

رأيت بلال يؤذن ويدور ويتبع فاه هاهنا وهاهنا وإصبعاه في أذنيه

“Aku melihat Bilal mengumandangkan azan dan beliau memutarkan dan mengikutkan mulutnya ke arah sana dan sana, sedangkan kedua jarinya berada di kedua telinganya.”

Imam Tirmizi mengomentari hadis ini dalam kitab Sunannya, dia berkata;

وعليه العمل عند أهل العلم يستحبون أن يدخل المؤذن إصبعيه في أذنيه في الأذان

“Inilah yang diamalkan oleh para ulama. Mereka menganjurkan supaya muazzin memasukkan dua jarinya ke dalam kedua telinganya ketika mengumandangkan azan.”

Salah satu tujuan menutup telinga dengan jari ketika azan adalah mengumpulkan suara sehingga suara keluar lebih keras. Sementara pada iqamah tidak disunahkan menutup telinga karena iqamah hanya berupa pemberitahuan kepada yang hadir bahwa shalat hendak akan dilaksanakan.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

وجعل مسبحتيه أي أنملتهما  بصماخيه  لأنه أجمع للصوت

“Dan hendaknya muazzin meletakkan kedua jari telunjuknya pada kedua lubang telinganya. Karena hal itu lebih mengumpulkan suara (sehinga lebih keras).”

Sementara Syaikh Abu Bakar Syatha mengatakan dalam kitab I’anatut Thalibin sebagai berikut;

وجعل مسبحتيه بصماخيه في الاذان دون الاقامة، لانه أجمع للصوت

“Dan hendaknya muazzin meletakkan kedua jari telunjuknya pada kedua lubang telinganya ketika azan, bukan iqamah. Karena hal itu lebih mengumpulkan suara.”

Melalui penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa menutup kedua lubang telingan dengan kedua jari telunjuk sangat dianjurkan oleh para ulama. Hal itu dimaksudkan agar suara azan lebih keras sehingga bisa didengar oleh orang lain.

3 KOMENTAR

  1. Kalo sekarang sdh pake pengeras suara.. Jadi gak perlu tutup telinga untuk mengeraskan suara.. Jadi hadist ini tergantung situasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here