Hukum Menunda Qadha Shalat

1
1431

BincangSyariah.Com – Meninggalkan shalat wajib secara sengaja maupun tidak sengaja itu harus diganti atau diqadha pada waktu lain yang memungkinkan. Kewajiban mengqadha tersebut telah dibahas pada artikel Wajibkah Mengqadha Shalat yang Tertinggal? Nah, bila kita sedang sibuk, bolehkah untuk menunda qadha shalat? Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Muin menjelaskan demikian.

ويبادر من مر (بفائت) وجوبا، إن فات بلا عذر، فيلزمه القضاء فورا

Orang yang tadi sudah disebutkan (muslim dan sudah balig) wajib bersegera mengqadha shalat apabila ditinggal tanpa ada uzur. 

Tanpa ada uzur di sini dapat kita ilustrasikan demikian. Misalnya, waktu Isya sudah masuk pada pukul 18.50. Namun, pada saat itu kita tidak langsung melaksanakan shalat Isya. Tiba-tiba pada pukul 19.20, kita mendapatkan kesibukan tertentu sampai pada akhirnya kita lelah dan langsung tertidur. Ternyata kita baru bangun pas waktu Subuh sudah tiba. Otomatis, kita tertinggal melaksanakan shalat Isya pada waktunya. Apabila shalat Isya yang kita tinggal tadi seperti ini, maka kita wajib melaksanakan qadha shalat Isya terlebih dahulu, sebelum melaksanakan shalat Subuh.

قال شيخنا أحمد بن حجر رحمه الله تعالى: والذي يظهر أنه يلزمه صرف جميع زمنه للقضاء ما عدا ما يحتاج لصرفه فيما لا بد منه

Syekh Ahmad bin Hajar rahimahullah berpendapat: kaul yang zahir mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat secara sengaja (tanpa ada uzur) itu wajib mengutamakan qadha shalat terlebih dahulu, kecuali sekedar untuk melakukan hal yang harus dilakukan, (seperti mencari nafkah untuk keluarga).

Bagaimana jika kita tak sengaja meninggalkan shalat, seperti tertidur atau terlupa? Syekh Zainuddin al-Malibari berpendapat demikain. 

ويبادر به – ندبا – إن فات بعذر كنوم لم يتعد به ونسيان كذلك

Baca Juga :  Berdoa dengan Bahasa Asing yang Tak Dipahami Maknanya, Bagaimana Hukumnya?

(Muslim mukalaf) disunahkan langsung menyegerakan mengqadha shalat bila ditinggalkan karena ada uzur, seperti tertidur yang tidak disengaja dan terlupa.

Misalnya, seseorang baru terbangun pukul 06.30. Padahal waktu Subuh itu berakhir pada pukul 05.47. Otomatis orang itu tertinggal melaksanakn shalat Subuh pada waktunya. Karena itu, orang tersebut harus mengqadha atau mengganti shalat Subuh yang tertinggal tersebut. Untuk menggantinya, boleh pada waktu Dhuha, Zuhur, Asar, atau waktu lainnya. Namun, lebih baik orang itu langsung melaksanakan ketika dia terbangun dari tidur. Wallahualam.

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Qadha shalat? Apa itu? Shalat lima waktu yang tertinggal, baik tidak sengaja maupun sengaja, itu wajib diganti di waktu lain. Dalam istilah fikih, mengganti shalat yang lupa dilaksanakan itu disebut dengan qadha shalat. Adapun dalil kewajiban mengqadha shalat, Anda bisa membaca artikel Dalil Kewajiban Mengqadha Shalat.  Apakah mengganti shalat tersebut harus segera dilakukan ketika sudah ingat atau sadar? Anda bisa membacanya pada artikel Hukum Menunda Qadha Shalat. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here