Hukum Menoleh ke Kanan dan ke Kiri Saat Iqamah

0
29

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa diantara anjura bagi muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) ketika mengucapkan kalimat “Hayya ‘ala as-Sholāh”, dia dianjurkan untuk menoleh ke arah kanan dengan kepalanya, dan ketika mengucapkan “Hayya ‘ala al-Falāh”, ia dianjurkan untuk menoleh ke arah kiri. Apakah menoleh ke kanan dan ke kiri tersebut juga dianjurkan saat orang mengumandangkan iqāmah?

Menoleh ke kanan dan ke kiri saat iqamah ini disepakati kesunahannya oleh para ulama. Kesunahannya berupa menoleh ke arah kanan saat muadzin mengucapkan ‘Hayya ‘alash sholah’, dan menoleh ke arah kiri saat mengucapkan ‘Hayya ‘alal falah’. Dalil yang dijadikan dasar adalah hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abu Juhaifah, dia berkata;

رَأَيْتُ بِلَالًا خَرَجَ إِلَى الْأَبْطَحِ فَأَذَّنَ فَلَمَّا بَلَغَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، لَوَى عُنُقَهُ يَمِينًا وَشِمَالًا

Aku melihat Bilal keluar ke atap lalu ia mengumandangkan adzan, ketika sampai ‘Hayya alash sholah, hayya alal falah, lehernya menoleh ke kanan dan kiri.

Kemudian seperti dikutip dari al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah tentang menoleh ke kanan dan kiri saat iqamah,

وَفِي الاِلْتِفَاتِ عِنْدَ الْحَيْعَلَتَيْنِ فِي الإِْقَامَةِ ثَلاَثَةُ آرَاءَ.الأَْوَّل: يُسْتَحَبُّ الاِلْتِفَاتُ عِنْدَ الْحَيْعَلَتَيْنِ الثَّانِي: يُسْتَحَبُّ إِذَا كَانَ الْمَكَانُ مُتَّسَعًا، وَلاَ يُسْتَحَبُّ إِذَا كَانَ الْمَكَانُ ضَيِّقًا، أَوِ الْجَمَاعَةُ قَلِيلَةً.وَهَذَانِ الرَّأْيَانِ لِلْحَنَفِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ. (2)الثَّالِثُ: لاَ يُسْتَحَبُّ أَصْلاً لأِنَّ الاِسْتِحْبَابَ فِي الأَْذَانِ كَانَ لإِِعْلاَمِ الْغَائِبِينَ، وَالإِْقَامَةُ لإِِعْلاَمِ الْحَاضِرِينَ الْمُنْتَظِرِينَ لِلصَّلاَةِ، فَلاَ يُسْتَحَبُّ تَحْوِيل الْوَجْهِ، وَهَذَا الرَّأْيُ لِلْحَنَابِلَةِ، وَهُوَ رَأْيٌ لِلْحَنَفِيَّةِ، وَرَأْيٌ لِلشَّافِعِيَّةِ.

Adapun saat iqamah, maka para ulama berbeda mengenai anjuran menoleh ke arah kanan dan ke arah kiri. Ada tiga pendapat ulama dalam masalah ini,

  • Pertama, disunnahkan menoleh ke kanan saat mengucapkan ‘Hayya ‘alash sholah’, dan menoleh ke arah kiri saat mengucapkan ‘Hayya ‘alal falah’ secara mutlak, sama seperti adzan. Ini adalah ulama Hanafiyah dan ulama Syafiiyah.
  • Kedua, disunnahkan disunnahkan menoleh ke kanan saat mengucapkan ‘Hayya ‘alash sholah’, dan menoleh ke arah kiri saat mengucapkan ‘Hayya ‘alal falah’ ketika tempatnya luas. Namun jika tempatnya sempit atau jemaahnya sedikit, maka tidak disunnahkan. Ini juga pendapat ulama Hanafiyah dan Syafiiyah.
  • Ketiga, tidak disunnahkan menoleh ke kanan dan ke kiri saat iqamah. Ini karena iqamah tujuannya tidak sama dengan adzan. Tujuan adzan untuk memberitahukan masuknya waktu shalat pada orang yang jauh sehingga disunnahkan menoleh, sementara tujuan iqamah hanya untuk memberitahukan orang yang sudah hadir di masjid sehingga tidak perlu menoleh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here