Hukum Menjamak Shalat Jumat dengan Shalat Ashar

0
17

BincangSyariah.Com – Di antara bentuk kemudahan dalam pelaksanaan shalat bagi musafir adalah kebolehan menjamak shalat, yaitu menjamak shalat Maghrib dengan shalat Isya, dan shalat Dhuhur dengan shalat Ashar. Namun bagaimana hukum menjamak shalat Jumat dengan shalat Ashar, apakah boleh? (Baca: Dua Syarat yang Perlu Diperhatikan Ketika Melakukan Shalat Jamak Takhir)

Menurut kebanyakan para ulama, menjamak shalat Jumat dengan shalat Ashar hukumnya boleh asalkan dalam bentuk jamak taqdim, yaitu shalat Ashar dikerjakan di waktu shalat Jumat. Tidak masalah melakukan jamak taqdim shalat Ashar dengan shalat Jumat, karena waktu shalat Jumat sama dengan waktu shalat Dhuhur. Sebagaimana boleh jamak taqdim antara shalat Ashar dengan shalat Dhuhur, begitu juga boleh jamak taqdim sshalat Ashar dengan shalat Jumat.

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Abu Bakar bin Muhammad Taqiyuddin Al-Hishni dalam kitab Kifayatul Akhyar berikut;

وكما يجوز الجمع بين الظهر والعصر يجوز الجمع بين الجمعة والعصر

Dalam kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi juga berkata sebagai berikut;

يجوز الجمع بين الجمعة والعصر

Boleh menjamak antara shalat Jumat dan shalat Ashar.

Adapun jika dalam bentuk jamak ta’khir, yaitu shalat Jumat dikerjakan di waktu Ashar, maka hukumnya tidak boleh. Hal ini karena shalat Jumat wajib dilakukan di waktu Dhuhur, tidak boleh dipindah ke waktu yang lain. Karena itu, jika antara shalat Jumat dengan shalat Ashar, maka yang boleh hanya jamak taqdim, sementara jamak ta’khir tidak boleh.

Ini sebagaimana telah disebutkan Syaikh Khatib Al-Syarbini dalam kitab Al-Iqna’ berikut;

والجمعة كالظهر في جمع التقديم

Dan shalat Jumat seperti shalat Dhuhur dalam masalah jamak taqdim.

Dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarh Al-Khatib, Syaikh Sulaiman Al-Bujairimi berkata sebagai berikut;

Baca Juga :  Hukum Makan Daging Kurban Nazar

قوله (والجمعة كالظهر في جمع التقديم) أي كأن دخل المسافر قرية بطريقه يوم الجمعة فالأفضل في حقه الظهر، لكن لو صلى الجمعة معهم فيجوز له في هذه الحالة أن يجمع العصر معها تقديماً

 Ucapan penulis ‘Shalat Jumat hukumnya sama dengan shalat Dhuhur dalam masalah jamak taqdim’, seperti musafir memasuki desa di tengah perjalanannya saat hari Jumat, maka yang lebih utama baginya adalah melakukan shalat Dhuhur. Namun, bila ia shalat Jumat bersama penduduk setempat, boleh baginya dalam kondisi demikian untuk menjamak taqdim shalat Jumat dengan shalat Ashar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here