Hukum Mengumandangkan Azan dan Iqamah saat Melepaskan Jamaah Haji

2
2182

BincangSyariah.Com – Terdapat beragam tradisi di masyarakat Muslim Nusantara ketika hendak melepaskan keberangkatan seseorang yang hendak menunaikan ibadah haji di Baitullah. Ada dengan pembacaan berzanji, nasyid dengan diiringi tabuhan rebana, dan ada pula dengan mengumandangkan azan dan iqamah.

Dalam Islam, bagaimana hukumnya melepaskan keberangkatan jamaah haji ke Baitullah dengan mengumandangkan azan dan iqamah? Adakah tuntunannya dalam Islam?

Dalam kitab Tuhfatul Habib disebutkan bahwa mengumandangkan azan dan iqamah pada saat hendak melepaskan keberangkatan jamaah haji adalah sunah. Dalam Islam, azan dan iqamah tidak hanya dianjurkan ketika masuk waktu salat atau hendak melaksanakan salat saja, namun juga dianjurkan dalam hal lainnya seperti melepas keberangkatan orang yang hendak bepergian atau lainnya.

ويسن الأذان والإقامة أيضاً خلف المسافر، ويسن الأذان في أذن دابة شرسة وفي أذن من ساء خلقه وفي أذن المصروع

“Dan disunahkan juga azan dan iqamah di belakang orang yang hendak bepergian, di telinga binatang yang jelek perangainya, di telinga orang yang buruk akhlaknya, dan di telinga orang yang ketakutan.”

Dalam kitab I’anatut Thalibin juga disebutkan berikut;

ويسن الآذن والاقامة أيضاً خلف المسافر لورود حديث صحيح فيه قال أبو يعلى فى مسنده وابن ابى شيبة

“Disunahkan juga azan dan iqamah di belakang hendak bepergian, karena terdapat hadis sahih dalam masalah tersebut, sebagaimana dikatakan oleh Abu Ya’la dalam kitab Musnadnya dan juga dikatakan oleh Ibnu Abi Syaibah.”

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi Saw. biasa melepaskan seseorang yang hendak menunaikan ibadah atau umrah dengan azan dan iqamah. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Sayidina Ali dan Sayidah Aisyah, mereka berdua berkata;

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا استودع منه حاجٌ او مسافر أذّن وأقام

Baca Juga :  Hukum Makan dan Minum saat Tawaf

Ketika ada orang ingin melaksanakan haji atau hendak bepergian, kemudian mereka pamit kepada Rasulullah, maka Rasulullah Saw. mengumandangkan azan dan iqamah untuk mereka.”

Dengan demikian, melepas keberangkatan jamaah haji dengan azan dan iqamah adalah sunah dan hal tersebut sudah biasa dilakukan oleh Nabi Saw.

2 KOMENTAR

  1. saya juga penasaran ustadz perihal keabsahan kegiatan adzan dan iqamah yang dilaksanakan sebelum berangkat haji. pasalnya ada pula pandangan yang berbeda. dan menyebutkan bahwa mengumandangkan adzan sebelum haji itu sebenarnya tidak disyariatkan. adapun hadist2 yang dijelaskan memang tidak dikuatkan dengan statusnya itu shahih, da’if atau maudu’ ..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here