Hukum Mengucapkan Amin Setelah Alfatihah

0
418

 BincangSyariah.com – Setiap manusia pasti pernah melakukan perbuatan dosa, baik itu dosa kecil maupun besar. Namun, Allah Swt. tidak memberatkan seorang hamba untuk memohon ampun. Karena ada beberapa cara yang ringan untuk menghapus dosa yang telah lalu, salah satunya yaitu dengan mengucapkan ‘amin’ pada saat shalat berjamaah.

Ucapan amin yang dibaca seseorang ketika shalat berjamaah dapat menjadi penggugur dosa, dengan syarat ucapan amin tersebut bertepatan dengan aminnya para malaikat. Rasulullah saw. bersabda.

إِذَا أَمَّنَ الإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Apabila Imam mengucapkan amin maka ikutilah, karena barangsiapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan ucapan amin para Malaikat, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)

Amin diucapkan dengan memanjangkan “Aa” dan “mii”  (Aamiin) yang berarti kabulkanlah ya Allah. Dalam hal ini perlu diperhatikan panjang pendeknya ucapannya amin karena jika tidak tepat panjang dan pendeknya bisa berarti lain.

Hukum membaca amin adalah sunah dan juga dianjurkan untuk dikeraskan saat imam membaca Alfatihah saat shalat Magrib, Isya, dan Subuh. Kata amin merupakan permohonan kepada Allah agar rangkaian doa yang terkandung dalam Alfatihah yang kita senandungkan dikabulkan Allah Swt. Sebagaimana yang disabdakan Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Allah Swt. membagi Alfatihah antara Dia dan hamba-Nya.

Jika dibedah, Alfatihah memang terdiri atas dua bagian, bagian berisi pujian kepada Allah Swt. dan bagian berisi permohonan hamba kepada Tuhannya. Kata amin sangat mudah sekali ucapkan tapi di balik amalan yang mudah ini Allah simpan penebus dosa dan kesalahan dengan syarat ucapan Amin tersebut bertepatan dengan ucapan aminnya para malaikat.

Baca Juga :  Berbicara Setelah Khutbah Jumat, Apakah Dilarang?

Sebagian ulama mengatakan bahwa malaikat yang dimaksud adalah para malaikat yang ada di langit, ada pula yang mengatakan maksudnya adalah para malaikat yang mendampingi manusia.

Apakah perempuan juga mengeraskan suara Amin saat shalat?

Ketika Imam melakukan kekeliruan gerakan atau bacaan shalat, kaum laki-laki hendaknya mengucapkan kalimat tasbih, sedangkan perempuan menepuk tangan. Hal ini yang menunjukkan bahwa perempuan tidak dianjurkan mengeraskan suara. Benarkah demikian?

Menurut Ibnu Hajar, beliau berkata;

وكان منع النساء من التسبيح لأنها مأمورة بخفض صوتها في الصلاة مطلقا لما يخشى من الافتتان ومنع الرجال من التصفيق لأنه من شأن النساء اهـ

Wanita tidak diperkenankan mengucapkan tasbih ketika ingin mengingatkan imam, wanita diperintahkan untuk memelankan suaranya dalam shalat. Hal ini dikarenakan takut menimbulkan godaan. Sedangkan laki-laki dilarang menepuk punggung telapak tangan karena yang diperintahkan adalah perempuan. (Fathul Bari, 3: 77)

Menurut pendapat para ulama mazhab Syafii, wanita saat shalat sendiri atau berjamaah dengan wanita lain dan bersama laki-laki mahramnya, maka dianjurkan untuk mengeraskan kata Amin. Namun jika ia shalat dan terdapat laki-laki bukan mahramnya, maka dianjurkan untuk melirihkan bacaannya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here