Hukum Mengubah Niat Jumlah Rakaat dalam Shalat Sunah

0
559

BincangSyariah.Com – Kadang ketika kita shalat rawatib di masjid dengan jumlah empat rakaat, tiba-tiba shalat berjamaah hendak mau dimulai padahal baru melakukan shalat rawatib satu rakaat. Karena khawatir ketinggalan shalat berjamaah, maka kita mengganti niat jumlah rakaat shalat rawatib tersebut dari empat rakaat menjadi dua rakaat. Apakah demikian diperbolehkan? Sebenarnya, bagaimana hukum merubah niat jumlah rakaat shalat sunah saat shalat tersebut sedang dilakukan?

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa merubah niat jumlah rakaat shalat sunah saat shalat tersebut sedang dilakukan hukumnya diperbolehkan. Baik merubah niat jumlah rakaatnya untuk dikurangi atau untuk ditambah.

Misalnya, kita melaksanakan shalat witir secara berjamaah dengan niat tiga rakaat ketika takbiratul ihram. Namun  ternyata imam melakukannya sejumlah dua rakaat, maka kita boleh merubah niat shalat Witir tersebut dari tiga rakaat menjadi dua rakaat, meskipun pada saat duduk tasyahud.

Atau kita melaksanakan shalat rawatib dengan niat dua rakaat ketika takbiratul ihram. Karena merasa waktu masih panjang, akhirnya kita merubah niat dari dua rakaat menjadi empat rakaat. Maka merubah niat jumlah rakaat dengan ditambah seperti ini diperbolehkan, dan shalatnya dihukumi sah.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Habib Abdurrahman dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

أحرم بالوتر ولم ينو عدداً جاز واقتصر على ما شاء من ركعة إلى إحدى عشرة، قلت: وافقه ابن حجر. وقال (م ر) : يقتصر على ثلاث اهـ. وكذا لو نوى عدداً فله الزيادة والنقص بشرط تغيير النية قبله، ومثل الوتر الرواتب والضحى في المسألتين.

“Seseorang melakukan takbiratul ihram shalat Witir tanpa niat jumlah rakaat tertentu, maka boleh baginya shalat dengan jumlah rakaat yang dikehendakinya mulai dari satu rakaat sampai sebeles rakaat. Saya berkata, ‘Ini disepakati oleh Ibnu Hajar.’ Imam al-Ramli berkata, ‘Dia hanya boleh shalat sampai tiga rakaat saja.’ Begitu juga jika dia berniat dengan jumlah rakaat tertentu, maka boleh baginya menambah dan mengurangi dengan syarat harus melakukan niat merubah jumlah rakaat terlebih dahulu. Seperti shalat Witir adalah shalat rawatib dan Dhuha dalam dua masalah di atas.”

Baca Juga :  R.A. Kartini sebagai Inspirator Pendidikan Perempuan di Pesantren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here