Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Orang Sakit

0
19

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, banyak masyarakat muslim yang menghadiahkan Al-Fatihah untuk orang yang sedang sakit. Hadiah Al-Fatihah ini dimaksudkan sebagai doa untuk kesembuhan orang yang sedang sakit tersebut. Bagaiamana hukum menghadiahkan Al-Fatihah untuk orang sakit dalam Islam, apakah boleh? (Baca: Doa Orang Sakit Lebih Cepat Diijabah, Ini Alasannya)

Menghadiahkan Al-Fatihah untuk orang sakit sebagai wasilah doa agar segera diberikan kesembuhan hukumnya adalah boleh. Menurut para ulama, jika orang yang meninggal bisa mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Fatihah yang dihadiahkan untuknya, maka begitu juga dengan orang yang masih hidup atau sedang sakit. Ia bisa mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Fatihah yang dihadiahkan orang lain untuknya.

Hal ini karena orang yang sudah meninggal maupun orang yang masih hidup sama-sama mendapatkan manfaat dari doa yang dihadiahkan orang lain untuknya, baik berupa bacaan Al-Fatihah yang diniatkan untuk kesembuhan dari sakit, bacaan surah Yasin, dan lain sebagainya.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibn Al-Muflih dalam kitab Al-Furu’ berikut;

ﻭﺍﻟﺤﻲ ﻛﺎﻟﻤﻴﺖ ﻓﻲ ﻧﻔﻌﻪ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﻧﺤﻮﻩ

Orang yang masih hidup sama seperti orang yang sudah meninggal dalam hal sama-sama mendapakan manfaat dengan doa dan amalan lainnya.

Dalam kitab Hasyiah Roddul Muhtar juga disebutkan sebagai berikut;

ﻣﻦ ﺻﺎﻡ ﺃﻭ ﺻﻠﻰ ﺃﻭ ﺗﺼﺪﻕ ﻭﺟﻌﻞ ﺛﻮﺍﺑﻪ ﻟﻐﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﺍﻻﻣﻮﺍﺕ ﻭﺍﻻﺣﻴﺎﺀ ﺟﺎﺯ، ﻭﻳﺼﻞ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ، ﻛﺬﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺪﺍﺋﻊ

Barangsiapa berpuasa, atau shalat, atau bersedekah dan pahalanya dihadiahkan pada orang lain, baik yang sudah meninggal maupun masih hidup, hukumnya adalah boleh, dan pahalanya sampai pada mereka menurut ulama ahli sunnah wal jamaah. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Bada-i’.

Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin juga disebutkan sebagai berikut;

Baca Juga :  Cara Shalat Bagi Orang Yang Tak Hafal Al-Fatihah

من عمل لنفسه ثم قال: اللهم اجعل ثوابه لفلان وصل له الثواب، سواء كان حياً أو ميتاً، أي وسواء كان بطريق التبعية أو الاستقلال

Barangsiapa beramal untuk dirinya sendiri, kemudian mengucapkan; Ya Allah, jadikan pahala amal ini untuk fulan (nama orang tertentu), maka pahala amal tersebut sampai padanya, baik dia masih hidup atau sudah meninggal, baik dilakukan karena mengikuti orang lain atau dilakukan sendirian.

Dengan demikian, menghadiahkan Al-Fatihah untuk orang yang sedang sakit dengan niat segera diberi kesembuhan hukumnya boleh. Tidak masalah mendoakan orang yang sedang sakit dengan hadiah bacaan surah Al-Fatihah, surah Yasin, pahala sedekah, pahala wakaf dan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here