Hukum Menggunakan Perabot Emas dan Perak

0
871

BincangSyariah.Com – Emas dan perak termasuk barang-barang mewah dengan harga yang fantastis. Biasanya emas dan perak digunakan dalam bentuk perhiasan wanita, baik berupa gelang, kalung, maupun cincin. Namun, dalam tulisan ini akan diterangkan tentang hukum menggunakan tempat atau bejana emas atau perak.

Berkaitan dengan tempat atau bejana yang terbuat dari emas dan perak. Maka, hal ini telah diterangkan di dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Al-Syafii sebagaimana berikut.

يحرم استعمال أواني الذهب والفضة في جميع وجوه الاستعمال: كالوضوء والشرب، إلا لضرورة كأن لم يجد غيرها.

Haram menggunakan tempat-tempat dari emas dan perak dalam semua jenis penggunaan. Seperti (digunakan) untuk berwudu dan minum. Kecuali karena darurat, seperti ia tidak menemukan tempat lain selain tempat yang terbuat dari emas dan perak tersebut.

Adapun dasar haramnya menggunakan tempat yang terbuat dari emas dan perak adalah hadis riwayat Hudzaifah bin Al-Yaman. Ia berkata: “Saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

” لا تلبسوا الحرير ولا الديباج، ولا تشربوا في آنية الذهب والفضة، ولا تأكلوا في صحافها، فإنها لهم في الدنيا ولنا في الآخرة “.

Janganlah kalian memakai sutra, dan baju dari sutra. Dan janganlah kalian minum di dalam tempat tempat yang terbuat dari emas dan perak. Janganlah kalian makan di dalam mangkuk-mangkuk dari emas dan perak. Karena sesungguhnya tempat itu adalah khusus bagi mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kita (nanti) di akhirat. (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

Meskipun hadis tersebut hanya menyebutkan larangan memakai tempat yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum saja. Tetapi, ulama telah mengqiyaskan/menganalogikan dengan semua jenis penggunaan selain makan dan minum. Dan keharaman ini berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga :  Doa Makan dari Imam al-Ghazali

Selain itu, keharaman ini juga berlaku tidak hanya sebatas penggunaan saja. Tetapi, jika tempat/bejana dari emas dan perak itu tidak ia gunakan untuk makan, minum dan sebagainya. Namun hanya sebatas disimpan saja. Maka, hukumnya juga haram. Yakni menyimpan tempat/wadah yang terbuat dari emas dan perak. Baik hanya untuk hiasan atau tidak.

Demikianlah hukum menggunakan tempat atau bejana yang terbuat dari emas dan perak murni. Yakni hal ini diharamkan bagi umat Muslim. Karena kata Nabi saw. tempat-tempat itu telah disediakan untuk kita kaum muslim di akhirat. Tidak di dunia. Mungkin agar kita terhindar dari sifat sombong, bermewah-mewahan dan sifat rakus sebagainya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here