Hukum Mengangkat Tangan Saat Doa Khutbah Jumat

0
26

BincangSyariah.Com – Ketika khatib membaca doa ketika sedang menyampaikan khutbah, kita umumnya mengamininya dengan mengangkat kedua tangan kita. Sebenarnya, bagaimana hukum mengangkat tangan saat doa khutbah Jumat? (Baca: Hukum Memprotes Khatib Saat Khutbah Jumat)

Menurut para ulama, mengamini doa yang dibaca oleh khatib Jumat adalah sunnah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

ويسن تشميت العاطس والرد عليه ورفع الصوت من غير مبالغة بالصلاة والسلام عليه صلى الله عليه وسلم عند ذكر الخطيب اسمه أو وصفه صلى الله عليه وسلم. ال شيخنا: ولا يبعد ندب الترضي عن الصحابة بلا رفع صوت وكذا التأمين لدعاء الخطيب

Dan disunahkan mendoakan orang yang bersin dan menjawab doanya, serta mengeraskan suara tanpa berlebihan saat membaca shalawat dan salam kepada Nabi Saw ketika khatib menyebut nama atau sifat Nabi Saw. Guru kami berkata; Tidak jauh dianjurkannya membaca ‘radhiyallahu ‘anhu’ atas sahabat tanpa mengeraskan suara, begitu juga mengamini doa khatib.

Adapun mengenai hukum mengangkat tangan saat doa khutbah Jumat, maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Menurut ulama Malikiyah, mengangkat tangan saat doa khutbah Jumat hukumnya adalah mubah, baik bagi imam maupun makmum. Hal ini karena Nabi Saw pernah mengangkat tangan saat berdoa minta hujan ketika khutbah Jumat.

Sementara menurut kebanyakan para ulama, di antaranya adalah Imam Malik, ulama Syafiiyah, dan ulama lainnya, mengangkat tangan saat doa khutbah tidak disunnahkan, baik bagi imam maupun makmum.

Dalam masalah ini, Imam Nawawi berkata dalam kitab Syarh Shahih Muslim sebagai berikut;

هَذَا فِيهِ أَنَّ السُّنَّة أَنْ لَا يَرْفَع الْيَد فِي الْخُطْبَة وَهُوَ قَوْل مَالِك وَأَصْحَابنَا وَغَيْرهمْ . وَحَكَى الْقَاضِي عَنْ بَعْض السَّلَف وَبَعْض الْمَالِكِيَّة إِبَاحَته لِأَنَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَيْهِ فِي خُطْبَة الْجُمُعَة حِين اِسْتَسْقَى وَأَجَابَ الْأَوَّلُونَ بِأَنَّ هَذَا الرَّفْع كَانَ لِعَارِضٍ .

Baca Juga :  Hukum Mengimami Salat Id Dua Kali

Yang sesuai dengan sunnah adalah tidak mengangkat tangan saat berkhutbah. Ini adalah pendapat Imam Malik, pendapat ulama Syafiiyah dan lainnya.

Namun, Al-Qadhi Husain dari mengisahkan dari sebagian ulama salaf dan sebagian ulama Malikiyah bahwa mereka membolehkan mengangkat tangan saat doa khutbah Jumat karena Nabi Saw dahulu pernah mengangkat tangan kala itu saat berdo’a istisqo’ (minta hujan).

Namun ulama yang melarang hal ini menyanggah bahwa Nabi Saw mengangkat tangan saat itu karena ada suatu sebab khusus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here