Hukum Menepuk Pundak untuk Menjadi Makmum Salat Berjamaah

0
1856

BincangSyariah.Com – Menepuk pundak untuk menjadi makmum salat berjamaah merupakan sesuatu lumrah dan sering kita lihat dalam situasi salat. Biasanya hal ini dilakukan ketika ada seseorang yang shalat sendirian (munfarid) kemudian datang orang lain di belakangnya untuk melakukan shalat fardhu yang sama.

Kemudian orang yang datang belakangan tersebut menepuk pundak orang yang pertama agar ia niat menjadi imam. Maka terlaksanalah shalat berjamaah antara keduanya. Walaupun sebelumnya orang yang pertama niat melakukan shalat sendirian.

Menepuk pundak untuk menjadi makmum yang dilakukan kepada orang yang pertama adalah dalam rangka mengingatkan bahwa orang tersebut didaulat menjadi imam. Walaupun di tengah-tengah shalat

Hal ini diperbolehkan jika tidak mengganggu dan membuat kaget si orang yang pertama. Sebagaimana dijelaskan oleh penulis Fathul Muin, bahwa diperbolehkan bagi seseorang untuk niat imam di pertengahan shalatnya agar memenuhi keutamaan (fadhilah) jamaah.

(وَنِيَّةُ إِمَامَةٍ) أَوْ جَمَاعَةٍ (سُنَّةٌ لِإِمَامٍ فِيْ غَيْرِ جُمُعَةٍ) لِيَنَالَ فَضْلَ جَمَاعَةِ. وَإِنْ نَوَاهُ فِيْ الأَثْنَاءِ حَصَلَ لَهُ الفَضْلُ مِنْ حِيْنَئِدٍ, أَمَّا فِيْ الجُمُعَةِ فَتَلْزَمُهُ مَعَ التَحَرُّمِ.

“Niat menjadi imam atau berjama’ah bagi imam adalah sunah, di luar shalat jum’ah, karena untuk mendapatkan keutamaan berjama’ah. Seandainya ia niat berjama’ah di tengah mengerjakan shalat maka ia mendapatkan keutamaan itu. Adapun dalam shalat jum’ah wajib baginya niat berjama’ah saat takbiratul ihram”.  

Hal tersebut menunjukkan bahwa diperbolehkan niat menjadi imam di pertengahan shalat. Nah, menepuk pundak adalah bagian dari mengingatkan seseorang tersebut agar niat menjadi imam, tentunya agar shalatnya terhitung sebagai shalat jamaah.

Namun, disarankan agar tepukan bahu tersebut tidak terlalu keras sehingga mengganggu kekhusyuan orang yang sedang shalat. Wallahu A’lam.

Baca Juga :  Bolehkah Berhutang untuk Berkurban?

Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan di Islami.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.