Hukum Mencukur Rambut Bayi Perempuan Saat Diakikahi

0
16

BincangSyariah.Com – Terdapat sebuah pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai hukum mencukur rambut bayi perempuan saat diakikahi. Apakah mencukur rambut bayi perempuan saat diakikahi disunnahkan sebagaimana mencukur rambut bayi laki-laki?

Dalam Islam, ketika bayi telah dilahirkan, maka disunnahkan diakikahi pada hari ketujuh dengan menyembelih hewan ternak, seperti unta, sapi, atau kambing. Pada hari akikah tersebut, juga disunahkan untuk mencukur rambut bayi sekaligus memberikan nama.

Menurut ulama Malikiyah dan Syafiiyah, anjuran mencukur rambut saat bayi diakikahi ini berlaku untuk bayi laki-laki dan bayi perempuan. Mereka berpendapat bahwa tidak ada perbedaan antara bayi laki-laki dan perempuan, semuanya dianjurkan untuk dicukur rambutnya saat diakikahi, lalu dianjurkan pula bersedekah perak atau emas seberat timbangan rambut bayi tersebut, baik laki-laki maupun perempuan.

Sementara menurut ulama Hanabilah berpendapat bahwa bayi perempuan tidak perlu dicukur rambutnya saat diakikahi. Hal ini karena anjuran mencukur rambut saat akikah ditujukan pada bayi laki-laki saja. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ حَلْقُ رَأْسِ الْمَوْلُودِ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ، وَيُتَصَدَّقُ بِوَزْنِ الشَّعْرِ وَرِقًا فِضَّةً ثُمَّ اخْتَلَفُوا فِي حَلْقِ شَعْرِ الْمَوْلُودِ الأْنْثَى، فَذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّهُ لاَ فَرْقَ فِي ذَلِكَ بَيْنَ الذَّكَرِ وَالأْنْثَى، لِمَا رُوِيَ، أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَنَتْ شَعْرَ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ وَزَيْنَبِ وَأُمِّ كُلْثُومٍ، وَتَصَدَّقَتْ بِزِنَةِ ذَلِكَ فِضَّةً وَأَمَّا الْحَنَابِلَةُ فَيَرَوْنَ عَدَمَ حَلْقِ شَعْرِ الْمَوْلُودِ الأْنْثَى

Artinya:

Kebanyakan ulama fiqih berpendapat bahwa dianjurkan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh dan kemudian bersedekah emas atau perak dengan seberat timbangan rambut tersebut. Kemudian mereka berbeda pendapat mengenai mencukur rambut bayi perempuan.

Ulama Malikiyah dan Syafiiyah berpendapat bahwa tidak ada perbedaan antara bayi laki-laki dan bayi perempuan mengenai anjuran mencukur rambut. Ini berdasarkan riwayat bahwa Fathimah, putri Rasulullah Saw, pernah menimbang rambut Hasan, Husain, Zainab, Ummu Kultsum, dan kemudian dia bersedekah perak dengan seberat timbangan rambut tersebut. Sementara ulama Hanabilah berpendapat bahwa tidak perlu mencukur rambut bayi perempuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here