Hukum Mencium Batu Nisan Saat Ziarah Kubur

0
1676

BincangSyariah.Com – Kita sering menjumpai seseorang mencium batu nisan kuburan ketika melakukan ziarah ke makam keluarganya, para wali dan ulama. Dalam Islam, bagaimana hukum mencium batu nisan saat ziarah kubur, apakah boleh dilakukan?

Mencium batu nisan kuburan selain untuk tabarruk atau mengharap barakah, maka hukumnya makruh, sebaiknya dihindari. Karena itu, ketika kita melakukan ziarah ke makam keluarga, maka sebaiknya kita tidak perlu mencium batu nisan kuburannya. Kita cukup membacakan surah al-Fatihah, surah Yasin atau lainya, dan mendoakan mereka tanpa harus mencium batu nisan atau kuburannya.

Adapun ketika kita ziarah ke makam para ulama dan para wali, maka kita boleh mencium batu nisannya dengan tujuan agar kita mendapatkan barakah. Disebutkan dalam kitab kitab al-‘Ilal fi Ma’rifatir Rijal, bahwa Abdullah bin Ahmad bertanya kepada Imam Ahmad sebagai berikut;

سألته عن الرجل يمس منبر النبي (صلّى الله عليه و سلّم) و يتبرك بمسّه ويقبله ويفعل بالقبر مثل ذلك أو نحو هذا يريد التقرب إلى الله جل وعز فقال: لا بأس بذلك

“Saya bertanya kepadanya (Imam Ahmad) terkait seseorang yang menyentuh mimbar Nabi saw. dan dia bertabarruk dengan cara menyentuhnya dan kemudian menciumnya, dan ia melakukan seperti itu pada kuburan atau lainnya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Maka Imam Ahmad menjawab, ‘Tidak ada masalah dalam perbuatan tersebut.’”

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan bahwa suatu ketika Abu Ayyub al-Anshari bertabarruk dengan mencium makam Nabi saw. Riwayat dimaksud adalah hadis riwayat Imam Ahmad dari Daud bin Abi Shalih, dia berkata;

أَقْبَلَ مَرْوَانُ يَوْمًا، فَوَجَدَ رَجُلاً وَاضِعًا وَجْهَهُ عَلَى الْقَبْرِ، فَقَالَ: أَتَدْرِى مَا تَصْنَعُ؟ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ، فَإِذَا هُوَ أَبُو أَيُّوبَ، فَقَالَ: نَعَمْ

Baca Juga :  Kenapa Kita Dilarang Istinja dengan Tangan Kanan?

“Suatu ketika Marwan menuju makam Nabi saw, kemudian dia menjumpai seseorang yang meletakkan wajahnya di atas kuburan. Marwan berkata, ‘Apakah kamu tahu apa yang kamu kerjakan?’ Kemudian Marwan menghadap orang tersebut dan diketahui bahwa ia adalah Abu Ayyub. Lalu Abu Ayyub menjawab, ‘Iya.’”

Dua riwayat ini menjelaskan bahwa mencium nisan kuburan orang-orang salih diperbolehkan dengan tujuan bertabarruk. Banyak dijumpai beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa para sahabat dan ulama salafus shalih mencium kuburan Nabi saw saat mereka ziarah ke makam beliau. Ini menunjukkan bahwa mencium nisan kuburan orang-orang salih hukumnnya adalah boleh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here