Hukum Menangis Saat Membaca Alquran

0
1450

BincangSyariah.Com – Membaca Al-Qur’an sambil menghayati makna yang terkandung di dalamnya sangat dianjurkan atau sunah. Terlebih lagi, bila membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan cerita tentang azab Allah, kemudian kita bersedih dan menangis apakah kita termasuk golongan yang diazab oleh Allah atau tidak. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Sa’d bin Abi Waqash yang mendengar Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ، فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا، فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا

Al-Qur’an itu turun dengan susah payah. Karena itu, ketika kalian membacanya, menangislah. Jika tak mampu menangis, maka berusahalah untuk menangis (HR Ibnu Majah).

Selain itu, Allah Swt. juga berfirman dalam Al-Qur’an:

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk (QS Al-Isra: 109).

Menurut Imam al-Zamakhsyari dalam al-Kasyaf, maksud ayat di atas adalah Al-Qur’an itu dapat membuat orang-orang mukmin berhati lembut dan melembabkan mata, karena sering menangis.

Selain itu, Imam al-Nawawi dalam al-Tibyan fi Adab Hamalatil Quran menjelaskan bahwa menangis saat membaca Al-Qur’an itu termasuk sifat orang-orang yang makrifat pada Allah dan syiar hamba-hamba Allah yang saleh.

Atas dasar ini, seyogianya bagi kita yang membaca Al-Qur’an itu diusahakan sekuat tenaga untuk mengetahui, memahami, dan mengamalkan kandungan makna ayat Al-Qur’an yang kita baca. Wallahu a’lam.

Baca Juga :  Manfaat Membaca Al-Quran dengan Melihat Mushaf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here