Hukum Memprotes Khatib Saat Khutbah Jumat

1
131

BincangSyariah.Com – Ketika kita melaksanakan shalat Jumat di masjid, jarang kita menjumpai jemaah yang menginterupsi khatib saat menyampaikan khutbah. Meski sebagian materi yang disampaikan khatib terkadang provokatif, namun para jemaah biasanya diam saja, tidak memprotes dan menyelanya. Jika hendak menasehati, biasanya dilakukan setelah shalat Jumat selesai. Namun bagaimana hukumnya jika hendak memprotes khatib saat khutbah Jumat, apakah boleh?

Pada dasarnya, ketika khatib menyampaikan khutbah Jumat, kita diharuskan untuk menyimaknya dengan khusyuk dan penuh perhatian. Sebaliknya, kita dilarang dan haram berbicara atau melakukan hal-hal yang menyebabkan kita tidak fokus mendengarkan khutbah.

Menurut ulama Malikiyah, larangan dan keharaman berbicara ini berlaku sepanjang khatib tidak menyampaikan hal-hal yang sia-sia dan ngawur dalam khutbah. Jika menyampaikan hal-hal yang ngawur, seperti menjelek-jelekkan orang lain tanpa dibenarkan oleh syariat, dan lain sejenisnya, maka berbicara hukumnya tidak haram, dan juga tidak masalah menegur dan memprotes khatib.

Bahkan Syaikh ‘Athiyyah Shaqr, ketua komisi fatwa di Al-Azhar, dalam kitab Mausu’ah Ahsan Al-Kalam fi Al-Fatawa wa Al-Ahkam menegaskan bahwa tidak dilarang memprotes khatib jika dia berbuat kesalahan, baik memprotes dengan ucapan atau tepuk tangan.

Disebutkan dalam kitab Mausu’ah Ahsan Al-Kalam fi Al-Fatawa wa Al-Ahkam sebagai berikut;

سؤال: ما حكم الدين فى تصفيق أحد المصلين لتنبيه الإمام لأنه أطال فى خطبة الجمعة؟

جواب :مبدأ الاعتراض على الخطيب بأى وجه من الوجوه ليس ممنوعا ، ولكن ينبغى أن يكون بأسلوب حكيم . وقد ثبت أن امرأة اعترضت على عمر رضى الله عنه فى خطبته وهو ينهى عن المغالاة فى المهور،وأن رجلا قال له : والله لا سمعنا قولك ولا أطعنا أمرك ، عندما قال لهم : اسمعوا قولى وأطيعوا أمرى، إلى غير ذلك من الحوادث .

Baca Juga :  Hukum Memegang Kitab Tafsir tanpa Wudhu

ومن هنا لا نجد مانعا من تصحيح خطأ أو وضع وقع فيه الخطيب ، سواء أكان ذلك بالكلام أو التصفيق أو غيرهما

Pertanyaan: Bagaimana hukum salah seorang jemaah bertepuk tangan untuk mengingatkan imam karena dia terlalu panjang menyampaikan khutbah Jumat?

Jawabannya: Protes pada khatib dengan cara apapun tidak dilarang. Namun hendaknya hal itu dilakukan dengan cara yang baik. Disebutkan bahwa pernah seorang perempuan protes pada Sayidina Umar saat khutbah ketika beliau melarang berlebihan-lebihan dalam masalah maskawin. Dan seorang laki-laki pernah berkata kepada Sayidina Umar ‘Demi Allah aku tidak akan mendengarkan dan taat kepadamu’ ketika beliau berkata kepada mereka; Dengarkan perkataanku dan taatilah perintahku. Dan kejadian-kejadian lainnya.

Dari sini, kita tidak menemukan adanya larangan membenarkan kesalahan dan kekeliruan khatib, baik hal itu dilakukan dengan ucapan, dengan tepuk tangan atau lainnya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here