Hukum Membuka Lembaran Alquran dengan Ludah

1
1035

BincangSyariah.Com – Ketika tadarus di masjid atau mushalla, sering kita menjumpai orang membuka lembaran Alquran dengan meludahi dulu jari-jarinya. Hal ini dilakukan agar lembaran Alquran tersebut lebih mudah dan gampang dibuka. Sebenarnya, bagaimana hukum membuka lembaran al-Quran dengan meludahi jari-jari terlebih dahulu?

Meludahi jari-jari sebelum membuka Alquran hukumnya boleh asal air ludah yang menempel di jari-jari tidak sampai membasahi mushaf. Adapun jika sampai membasahi mushaf, maka hukumnya adalah haram.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Hawasyi al-Madaniyah berikut;

وفى فتاوي الشارح (يعنى ابن حجر) يحرم مس المصحف باصبع عليه ريق اذ يحرم ايصال شئ من البصاق الى شئ من اجزا المصحف ……والكلام حيث كان على الاصبع ريق يلوث الورقة اما اذا جف الريق بحيث لاينفصل منه شئ يلوث الورقة فلا حرمة

“Diharamkan menyentuh mushaf dengan jari-jari yang ada air ludahnya. Karena tidak diperbolehkan air ludah mengenai dari bagian-bagian mushaf. Keharaman di atas apabila tangan tersebut masih basah dengan air ludah hingga dapat membasahi mushaf. Namun, jika air ludah tersebut sudah kering dan tidak membasahi mushaf, maka tidak diharamkan menyentuh mushaf dengan tangan tersebut.”

Dengan demikian, selama ludah tersebut tidak membasahi lembaran mushaf dan bertujuan agar lebih mudah membukanya, maka hukumnya boleh, tidak haram. Hal ini juga bisa disamakan dengan meludahi jari-jari agar lebih mudah menghapus huruf-huruf Alquran dalam kertas. Menghapus huruf-huruf Alquran dibolehkan menggunakan ludah jika bertujuan agar lebih mudah dan cepat terhapus.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj berikut;

وَفِي الْقَلْيُوبِيِّ عَلَى الْمَحَلِّيِّ يَجُوزُ مَا لَا يُشْعِرُ بِالْإِهَانَةِ كَالْبُصَاقِ عَلَى اللَّوْحِ لِمَحْوِهِ ؛ لِأَنَّهُ إعَانَةٌ ا هـ .وَفِي فَتَاوَى الْجَمَالِ الرَّمْلِيِّ جَوَازُ ذَلِكَ حَيْثُ قُصِدَ بِهِ الْإِعَانَةُ عَلَى مَحْوِ الْكِتَابَةِ

Baca Juga :  Bolehkah Membaca Alquran Tanpa Wudu?

“Dalam kitab al-Qalyubi ‘ala al-Mahalli, boleh melakukan sesuatu yang tidak menimbulkan penghinaan seperti meludah pada kertas untuk menghapus. Hal itu bisa membantu mempermudah untuk menghapusnya. Dalam kitab Fatawa al-Jamal al-Ramli, kebolehan memberi ludah tersebut jika dimaksudkan untuk mempermudah menghapus tulisan.”

1 KOMENTAR

  1. bagaimana jika kita ketika membaca Al-Qur’an namun tidak sengaja memuncratkan air ludah ke Al-Qur’annya? Apakah saya berdosa? tolong jawab pertanyaan saya, ustadz. saya sangat takut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here