Hukum Memberi Tanda pada Binatang Kurban

0
228

BincangSyariah.Com – Salah satu kesunahan pada hari raya Idul Adha adalah menyedekahkan hewan kurban bagi yang mampu. Karena itu, hari raya Idul Adha disebut juga hari raya kurban.

Berdasarkan data dari Word Giving Index, Indonesia merupakan negara paling dermawan nomer satu, 46 persen dari warganya senang membantu orang asing, 78 persen sering mendonasikan uang, 53 persen suka mengikuti voluntering.

Maka tidak heran, setiap hari raya kurban banyak masyarakat yang berkurban, baik dengan kambing atau sapi. Karena banyaknya pesanan hewan kurban, penjual tak jarang menandai setiap hewan yang telah terjual. Nah bagaimana hukumnya memberi tanda pada hewan kurban?

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda

عن جابر قال نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الضرب في الوجه وعن الوسم في الوجه

Dari Sahabat Jabir berkata, “Rasulullah Saw melarang memukul wajah dan menandai wajah” (HR. Muslim)

Wasam adalah menandai dengan tato. Pada dahulu kala, tradisi arab terbiasa memberi wasam pada hewan ternak mereka di wajah. Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menerangkan bahwa hal itu dilarang untuk dilakukan berdasarkan kesepakatan para ulama. “Para ulama dari golongan kita mengatakan makruh tapi al-Baghawi mengatakan larangan di sini maksudnya haram.”

Sebab pada hadis lain, dikatakan Allah akan mengutuk orang yang memberi tato pada wajah hewan Beliau bersabda :

أن النبي صلى الله عليه و سلم مر عليه حمار قد وسم في وجهه فقال  لعن الله الذي وسمه

 “Allah mengutuk orang yang memberi wasam pada muka keledai ini.” (HR. Muslim)

Boleh memberi tanda atau tato, tapi pada selain wajah seperti pada telinga atau paha binatang yang tergolong hewan ternak untuk maslahat, maksud yang baik. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw memberi tanda pada hewan yang akan disedekahkan dengan tangan beliau sendiri yang mulia. Seperti diriwayatkan dalam hadis berikut ini;

Baca Juga :  Umur Hewan Kurban yang Dianjurkan Rasulullah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ رَأَيْتُ فِي يَدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِيسَمَ وَهُوَ يَسِمُ إِبِلَ الصَّدَقَةِ

Dari Anas Ra berkata; “Aku pernah melihat di tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam alat cap dan ketika itu beliau sedang memberi cap (memberi tanda) unta-unta sedekah zakat.” (HR. Muslim)

Jadi memberi tanda pada hewan yang akan disedekahkan boleh hukumnya, selama itu tidak menyakiti hewan. Seperti memberi tanda pada wajah hewan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here