Hukum Membangun Masjid dengan Harta Zakat

0
648

BincangSyariah.Com – Zakat adalah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan bagi umat Islam dengan ketentuan dan kadar tertentu serta diberikan kepada pihak-pihak tertentu. Lalu, bagaimana hukumnya menggunakan harta zakat untuk membangun masjid?

Dr. Ali Jum’ah Muhammad; salah satu ulama sekaligus mufti terkemuka Mesir telah menjawab permasalahan tersebut di dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyyah sebagaimana berikut.

يرى جمهور الفقهاء عدم جواز الصرف من مال الزكاة لإقامة المساجد أو عمارتها؛ وذلك لأنَّ المساجدَ ليست من الأصناف المندرجة في الآية الكريمة: ﴿إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللهِ وَاللهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ﴾ [ التوبة: 60]، ويرون أنَّ الله تعالى قد وصف الزكاة وسماها بالصدقة، وهي جزء من المال يعطى للمحتاجين إليه من فقراء المسلمين، وليس المسجدُ مِن هذا القبيل، وقد ذهبوا في تفسيرهم لعبارة ﴿وَفِي سَبِيلِ اللهِ﴾ في الآية السابقة إلى أنَّ المقصود منها هو الجهاد في سبيل الله.

Mayoritas ulama Fiqih berpendapat tidak boleh menggunakan harta zakat untuk mendirikan atau memakmurkan masjid. Hal itu disebabkan karena masjid-masjid bukanlah termasuk golongan-golongan yang dimaksud oleh ayat yang mulia; “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (Q.S. At-Taubah/60) Dan mereka melihat bahwa Allah swt. telah mensifati dan menamai zakat (sama dengan) shadaqah. Zakat adalah bagian dari harta yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkannya, di antaranya adalah orang-orang fakir miskin, dan masjid bukanlah termasuk dari penanggung ini. Dan mereka menafsirkan kata “fi sabilillah” di ayat tadi bahwa di antara maksudnya adalah jihad fi sabilillah.

Baca Juga :  Kapan Zakat Harta Perdagangan Wajib Dikeluarkan?

Lebih lanjut Dr. Syekh Ali Jum’ah menyimpulkan bahwa harta-harta zakat itu hanya diberikan kepada golongan-golongan sebagaimana disebutkan di dalam ayat tersebut. Yang didahulukan (untuk diberikan zakat) adalah yang telah didahulukan oleh Allah swt. dan pembangunan masjid tidaklah termasuk bagian darinya karena manusia itu lebih didahulukan dari pada bangunan. Pembangunan (kesejahteraan) orang sujud itu (lebih didahulukan) sebelum pembangunan tempat sujud (masjid). Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here