Hukum Membacakan Al-Quran untuk Jenazah yang Belum Dimandikan

0
18

BincangSyariah.Com – Secara umum, membacakan surah Al-Quran untuk jenazah yang sudah meninggal sangat dianjurkan dalam Islam. Hanya saja jika jenazah tersebut belum dimandikan, maka para ulama berbeda pendapat terkait hukum membacakan Al-Quran untuk jenazah yang belum dimandikan tersebut. (Baca: Kedahsyatan Membacakan Surah Yasin Untuk Orang yang Sudah Meninggal)

Pertama, jika jenazah baru meninggal dan dia belum dimandikan, maka makruh hukumnya membacakan Al-Quran di dekat jenazah tersebut. Baik Al-Quran yang dibaca berupa surah Yasin atau surah-surah lainnya. Ini adalah pendapat dari kalangan ulama Hanafiyah dan Malikiyah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

نَصَّ الْحَنَفِيَّةُ وَالْمَالِكِيَّةُ عَلَى أَنَّهُ يُكْرَهُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عَلَى الْمَيِّتِ بَعْدَ مَوْتِهِ وَقَبْل غَسْلِهِ

Ulama Hanafiyah dan Malikiyah menegaskan bahwa makruh hukumnya membaca Al-Quran untuk jenazah yang baru meninggal dan belum dimandikan.

Kedua, menurut ulama Hanabilah, jenazah yang baru meninggal dan belum dimandikan tetap disunnahkan untuk kita bacakan Al-Quran di dekatnya. Meski belum dimandikan, namun kesunnahan membacakan Al-Quran di dekatnya tetap dianjurkan, terutama membaca surah Yasin dan surah Al-Fatihah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَذَهَبَ الْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ أَنْ يَقْرَأَ عِنْدَ الْمَيِّتِ سُورَةَ يس وَكَذَا سُورَةُ الْفَاتِحَةِ

Ulama Hanabilah berpendapat bahwa disunnahkan membaca surah Yasin di dekat jenazah yang baru meninggal, begitu juga disunnahkan membaca surah Al-Fatihah.

Ketiga, jika membaca Al-Quran di dekat jenazah yang belum dimandikan bisa memperlambat proses pengurusan jenazah, maka tidak dianjurkan membacakan Al-Quran. Sebaliknya, jika tidak memperlambat proses pengurusan jenazah, misalnya karena meninggal di waktu malam, maka disunnahkan membacakan Al-Quran di dekat jenazah yang belum dimandikan.

Pendapat terakhir ini adalah pendapat ulama dari kalangan ulama Syafiiyah. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّهُ لاَ يُقْرَأُ عِنْدَ الْمَيِّتِ قَبْل الدَّفْنِ لِئَلاَّ تَشْغَلَهُمُ الْقِرَاءَةُ عَنْ تَعْجِيل تَجْهِيزِهِ، خِلاَفًا لاِبْنِ الرِّفْعَةِ وَبَعْضِهِمْ، وَجَوَّزَهُ الرَّمْلِيُّ بَحْثًا. أَمَّا بَعْدَ الدَّفْنِ فَيُنْدَبُ عِنْدَهُمْ

Ulama Syafiiyah berpendapat bahwa tidak dibacakan Al-Quran di dekat jenazah sebelum dikuburkan agar tidak menghalangi proses pengurusannya. Ini berbeda dengan pendapat Ibnu Al-Rif’ah dan sebagian ulama lainnya, dan Imam Al-Ramli membolehkan. Adapun setelah dikuburkan, maka disunnahkan membacakan Al-Quran menurut ulama Syafiiyah.

Dalam kitab Hasyiatul Jamal, disebutkan sebagai berikut;

وَيُؤْخَذُ مِنَ الْعِلَّةِ أَنَّهُمْ لَوْ لَمْ يَشْتَغِلُوْا بِتَجْهِيْزِهِ كَأَنْ كَانَ الْوَقْتُ لَيْلًا سُنَّتْ الْقِرَاءَةُ عَلَيْهِ

Disimpulkan dari alasan tersebut bahwa jika mereka tidak sibuk mengurus jenazah, seperti di waktu malam, maka disunnahkan membacakan Al-Quran atas jenazah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here