Hukum Membaca Surat Al-Fatihah Ketika Shalat Menurut 4 Mazhab

0
51

BincangSyariah.Com – Di antara polemik yang sering menjadi masalah di masyarakat adalah hukum membaca surat al-Fatihah ketika shalat. Pertanyaan tersebut yakni perihal bagaimana hukum membaca surat al-Fatihah ketika shalat? Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan di bawah ini:

Syekh Muhammad Ali as-Shabuni dalam kitabnya Rawai’ al Bayan fi Tafsiri Ayat al-Ahkam (j. 1 h. 44-46) menuturkan perbedaan ulama tentang wajibkah membaca al-Fatihah dalam shalat?

Pertama, mazhab mayoritas ulama (imam Malik, Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal) berpendapat bahwasanya membaca surat al-Fatihah ketika shalat merupakan syarat sah shalat. Sehingga orang yang tidak membaca surat al-Fatihah ketika shalat padahal ia mampu maka shalatnya dihukumi tidak sah.

Mereka berargumen menggunakan dalil sebagai berikut:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

 “Dari Ubadah bin Shamit bahwasanya Rasulullah Saw. pernah bersabda ‘tidak sah shalatnya seseorang yang tidak membaca surah al-Fatihah’”. (Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih Shahih Bukhari, jus 1 hal 152)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِدَاجٌ – ثَلاَثًا – غَيْرُ تَمَامٍ

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah Saw. bersabda ‘barang siapa shalat kemudian tidak membaca Ummul Qur’an (al-Fatihah) maka shalatnya kurang-beliau mengulanginya tiga kali- tidak sempurna.’” (Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi, Shahih Muslim, jus 2 hal 9)

Kedua, mazhab imam Tsauri dan Abu Hanifah berpendapat sebaliknya. Mereka mengatakan bahwa shalat dianggap cukup (sah) meski tanpa membaca al-Fatihah namun hal ini jelek. Meski tidak diwajibkan membaca al-Fatihah, orang yang shalat tetap diwajibkan membaca ayat al-Qur’an yang mana saja, minimal 3 ayat yang pendek atau 1 ayat yang panjang.

Mereka berargumen menggunakan dalil sebagai berikut:

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

Maka bacalah apa yang mudah dari (ayat-ayat) Al-Qur’an” (Q.S al-Muzammil ayat 20)

Ayat di atas menunjukkan bahwa yang wajib adalah membaca ayat apa saja yang mudah dalam al-Qur’an.

Mazhab Tsur dan Abu Hanifah juga menggunakan dalil hadis dari Ubadah bin Shamit di atas, namun mereka menafsiri kata la shalata dengan kamilatan (tidak sempurna):

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Tidak sempurna shalatnya seseorang yang tidak membaca surah al-Fatihah.

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa ulama berbeda pendapat perihal wajibkah membaca al-Fatihah ketika shalat. Mayoritas ulama mengatakan bahwasanya membaca al-Fatihah dalam shalat hukumnya wajib, sementara sebagian yang lain (Abu Hanifah dan Tsauri) berpendapat sebaliknya.

Demikianlah ragam pendapat para ulama perihal apakah wajib membaca al-Fatihah dalam shalat ataukah tidak yang disampaikan oleh Syekh Muhammad Ali as-Shabuni, semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here