Hukum Membaca Sayyidina saat Tasyahud

1
1449

BincangSyariah.Com – Saat tasyahud, kita harus membaca shalawat kepada Nabi Saw. dan keluarganya. Namun, shalawat yang diajarkan Nabi Saw. atau para sahabat tidak disertai kalimat “sayyidina” didepan nama Nabi Muhammad Saw. Dengan demikian, apakah boleh menambah kalimat “sayyidina” didepan nama Nabi Muhammad Saw. ketika membaca shalawat dalam tasyahud?

Ulama Syafiiyah seperti Ibnu Hajar Alhaitami mengatakan bahwa menambah kalimat “sayyidina” didepan nama Nabi Muhammad Saw. ketika membaca shalawat dalam tasyahud adalah sunah dan sangat dianjurkan. Menambah kalimat “sayyidina” didepan nama Nabi Muhammad Saw. merupakan bentuk penghormatan kepada beliau. Dalam kitab Hasyiah Albajuri, Syaikh Ibrahim Albajuri mengatakan;

الأوْلَى ذِكْرُالسَّيِّادَةِ لِأنَّ اْلأَفْضَلَ سُلُوْكُ اْلأَدَ بِ

 “Yang lebih utama adalah mengucapkan “sayyidina” (sebelum nama Nabi Saw), karena yang lebih utama adalah bersopan santun (kepada beliau).”

Selain karena untuk menghormati dan sopan santun, Allah sendiri melarang kepada umat Muhammad, khususnya sahabat Nabi Saw., memanggil nama Nabi Saw. dengan nama aslinya atau Muhammad saja tanpa ada penghormatan dengan didahului dengan sebutan “Nabi, Rasulullah, atau Sayyid”. Dalam Alquran surah Annur ayat 63, Allah berfirman;

لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا

“Janganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian di antara kalian kepada yang lain.”

Oleh karena itu, para ulama baik dari kalangan mazhab Syafii, Hambali, Hanafi, dan Maliki menganjurkan untuk menambahkan lafadz “sayyidina” didepan nama Nabi Muhammad Saw., baik dalam salat ketika membaca shalawat dalam tasyahud atau di luar salat.

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj, Syaikh Ibnu Hajar Alhaitami mengatakan bahwa lebih baik mengucapkan “sayyidina” ketika membaca shalawat dalam tasyahud.

وَالْأَفْضَلُ الْإِتْيَانُ بِلَفْظِ السِّيَادَةِ كَمَا قَالَهُ ابْنُ ظَهِيرَةَ وَصَرَّحَ بِهِ جَمْعٌ

Baca Juga :  Tidak Diketahui Jenis Kelaminnya, Bagaimana Cara Menyalatkannya?

“Yang lebih utama adalah membaca “sayyidina” seperti yang disampaikan oleh Ibnu Dzahirah dan dijelaskan oleh sekelompok ulama.”

1 KOMENTAR

  1. Thanks kak, sangat bermanfaat. Aku pernah mempermasalahkan soal sayyidina sampe ku debat sma kakak kelas. Dia smpr ngotot gitu sma aku karna sayyidina katanya tdk boleh. Padahl sunnah dan memang ini sevagai tanda penghormatan kita kepada baginda Nabi Muhamad SAW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here