Hukum Membaca Satu Surah Berkali-kali dalam Shalat Sunah

0
2104

BincangSyariah.Com – Dalam shalat sunnah tertentu, kadang kita dianjurkan untuk membaca surah Al-Quran berkali-kali. Misalnya membaca surah Al-Ikhlas 10 kali, atau 15 kali. Bagaimana hukum membaca satu surah berkali-kali dalam shalat sunnah?

Membaca satu surah berkali-kali dalam satu rakaat hukumnya diperbolehkan. Kita tidak dilarang membaca satu surah berkali-kali dalam satu rakaat, baik dalam shalat wajib maupun dalam shalat sunnah. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas, dia berkisah;

كَانَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِى مَسْجِدِ قُبَاءٍ وَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُورَةً يَقْرَأُ بِهَا لَهُمْ فِى الصَّلاَةِ مِمَّا يَقْرَأُ بِهِ افْتَتَحَ بِ ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا ، ثُمَّ يَقْرَأُ سُورَةً أُخْرَى مَعَهَا ، وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ ، فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ فَقَالُوا إِنَّكَ تَفْتَتِحُ بِهَذِهِ السُّورَةِ ، ثُمَّ لاَ تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِأُخْرَى ، فَإِمَّا أَنْ تَقْرَأَ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا وَتَقْرَأَ بِأُخْرَى . فَقَالَ مَا أَنَا بِتَارِكِهَا ، إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِذَلِكَ فَعَلْتُ ، وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ . وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْ أَفْضَلِهِمْ ، وَكَرِهُوا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ ، فَلَمَّا أَتَاهُمُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَخْبَرُوهُ الْخَبَرَ فَقَالَ : يَا فُلاَنُ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُومِ هَذِهِ السُّورَةِ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ. فَقَالَ إِنِّى أُحِبُّهَا . فَقَالَ : حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ

Ada seorang laki-laki dari kalangan sahabat Anshar yang menjadi imam di Masjid Quba’. Setiap ia membaca surah selalu didahului dengan membaca surah Al-Ikhlas sampai selesai, baru kemudian membaca dengan surah lainnya, dan ia lakukan dalam setiap rakaatnya. Para sahabat yang lain merasa kurang senang dengan hal ini dan mereka protes sambil berkata kepada imam tersebut; ‘Kamu membaca surah Al-Ikhlas setiap hendak membaca surah yang lain seakan-akan tidak cukup jika tidak didahului dengan surah Al-Ikhlas ini. Boleh kamu membaca surah Al-Ikhlas atau tinggalkan dan membaca surah yang lain’.

Kemudian imam tadi menjawab; ‘Saya tidak akan meninggalkan membaca surah Al-Ikhlas tersebut. Jika kalian suka dengan apa yang saya lakukan, saya akan mengimami kalian. Sebaliknya jika tidak suka, saya tinggalkan kalian’. Para sahabat melihat bahwa imam tersebut adalah orang termulia di antara mereka sehingga mereka tidak suka jika imam diganti dengan orang lain.

Setelah mereka bertemu Nabi Saw, mereka ceritakan kejadian tersebut. Lalu Nabi Saw bertanya; ‘Apa yang menyebabkan kamu membaca surah ini terus-menerus di setiap rakaat?. Ia menjawab; ‘Saya senang dengan surat Al-Ikhlas. Nabi Saw menjawab; ‘Kesenanganmu pada surah ini memasukkanmu ke dalam surga.

Hadis ini menjadi dasar kebolehan membaca satu surah berkali-kali, meskipun dalam satu rakaat. Bahkan Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari mempertegas kebolehan tersebut dengan berkata;

وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى جَوَازِ تَخْصِيصِ بَعْضِ الْقُرْآنِ بِمَيْلِ النَّفْسِ إِلَيْهِ وَالِاسْتِكْثَارِ مِنْهُ وَلَا يُعَدُّ ذَلِكَ هِجْرَانًا لِغَيْرِهِ

Hadis ini adalah dalil diperbolehkannya menentukan (membaca) sebagian Al-Quran berdasarkan kemauannya sendiri dan memperbanyak membacanya, dan hal ini tidak dianggap sebagai pembiaran terhadap surat yang lain.

Di antara shalat sunnah yang dianjurkan membaca satu surah berkal-kali adalah shalat li ru’yatil jannah. Shalat ini disunnahkan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 50 kali dalam satu rakaat. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Daruquthni dari Ibnu Umar, dia berkata;

مَنْ دَخَلَ يَوْمَ اْلجُمْعَةِ اْلمَسْجِدَ فَصَلَّى اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ بِفَاتِحَةِ اْلكِتَابِ وَقُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ خَمْسِيْنَ مَرَّة ًفذَلَكَ مِائَتَا مَرَّةٍ فِيْ اَرْبَع رَكَعَاتٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَرَى مَنْزِلَهُ فِيْ اْلجَنَّةِ اَوْيُرَى لَهُ

Barangsiapa masuk masuk masjid di hari Jumat, kemudian shalat empat rakaat dan di masing-masing rakaat membaca surah Al-Fatihah dan qul huwallahu ahad (surah Al-Ikhlas) sebanyak 50 kali sehingga menjadi 200 kali dalam empat rakaat, maka dia tidak meninggal kecuali telah melihat tempatnya di surga atau diperlihatkan kepadanya.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here