Hukum Membaca Dua Surah Berbeda dalam Satu Rakaat

0
1516

BincangSyariah.Com – Ketika kita membaca surah Al-Quran setelah membaca Al-Fatihah, umumnya kita hanya membaca satu surah saja. Meski demikian, terkadang dijumpai seorang imam shalat berjemaah yang membaca dua surah berbeda dalam satu rakaat. Sebenarnya, bagaimana hukum membaca dua surah berbeda dalam satu rakaat ini?

Menurut kebanyakan ulama, membaca dua surah berbeda dalam satu rakaat hukumnya diperbolehkan. Tidak ada larangan untuk membaca dua surah berbeda dalam satu rakaat. Misalnya, membaca surah Al-Ikhlas dan surah Al-Falaq pada rakaat shalat Maghrib, dan lain sebagainya. (Baca: Doa Setelah Membaca Surah Al-Fatihah)

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah berikut;

ذهب جمهور الفقهاء الى جواز الجمع بين سورتين في الركعة الواحدة

Kebanyakan fuqaha’ berpendapat bahwa boleh mengumpulkan dua surah dalam satu rakaat.

Dalil yang dijadikan dasar kebolehan membaca dua surah berbeda dalam satu rakaat ini adalah hadis Imam Al-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرُنُ بَيْنَ كُلِّ سُورَتَيْنِ فِي رَكْعَةٍ

Nabi Saw mengumpulkan setiap dua surah dalam satu rakaat.

Menurut ulama Hanabilah, jika dalam shalat sunnah, baik shalat rawatib dan lainnya, maka boleh membaca dua surah berbeda dalam satu rakaat. Sementara dalam shalat fardhu, maka dianjurkan untuk hanya membaca satu rakaat saja. Hal ini karena Nabi Saw kebanyakan membaca satu surah dalam satu rakaat setiap kali melaksanakan shalat.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah berikut;

وفرق الحنابلة بين النافلة والفريضة في الجمع بين السور في الركعة الواحدة فقالوا لا باس ان يكون في النوافل….واستحبوا في الفريضة ان يقتصر على سورة بعد الفاتحة.

Ulama Hanabila membedakan antara shalat sunnah dan wajib dalam hal mengumpulkan banyak surah dalam satu rakaat. Mereka berkata, ‘Tidak masalah mengumpulkan banyak surah dalam satu rakaat..Adapun dalam shalat wajib, mereka menganjurkan untuk hanya membaca satu surah saja setelah membaca surah Al-Fatihah.

Baca Juga :  Memahami Esensi Bersuci dalam Islam

Sementara menurut ulama Malikiyah, membaca dua surah berbeda atau lebih dalam satu rakaat hukumnya makruh. Hal ini karena Nabi Saw pernah menyuruh Mu’adz agar hanya membaca satu surah saja dalam satu rakaat. Ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah berikut;

واما الرواية الاخرى  فهي كمذهب المالكية وهي الكراهية لان النبي صلى الله عليه وسلم امر معاذا ان يقرا بسورة في صلاته

Adapun riwayat yang lain adalah seperti pendapat ulama Malikiyah, yaitu makruh. Ini karena Nabi Saw menyuruh Mu’adz untuk membaca satu surah dalam shalatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here