Hukum Membaca Bismillah saat Sembelih Hewan Kurban

0
447

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, setiap hendak melakukan sebuah pekerjaan, sangat dianjurkan sekali untuk diawali dengan membaca basmalah terlebih dahulu. Hal ini dianjurkan agar pekerjaan tersebut berjalan dengan baik dan mendapat berkah dari Allah. Dalam hadis riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Nabi Saw. bersabda;

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, maka perkara tersebut terputus berkahnya.”

Di antara perkara yang sangat dianjurkan untuk diawali dengan bacaan basmalah adalah menyembelih hewan kurban. Ketika Nabi Saw. menyembelih hewan kurban, beliau mengawalinya dengan bacaan basmalah dan takbir. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, dia berkata;

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ .

“Nabi Saw. menyembelih dua kambing kurban yang gemuk, dan saya melihat beliau meletakkan kakinya di atas sisi tubuh kedua kambing tersebut, kemudian membaca basmalah dan bertakbir seraya menyembelih kedua kambing tersebut dengan tangannya.“

Berdasarkan hadis ini, para ulama sepakat bahwa membaca basmalah pada saat menyembelih hewan kurban sangat dianjurkan. Namun demikian, mereka berbeda pendapat apakah hukum membaca basmalah saat menyembelih hewan kurban tersebut wajib atau sunah.

Menurut ulama Syafiiyah, membaca basmalah saat menyembelih hewan kurban hukumnya mustahab atau sunah. Jika tidak membaca basmalah, baik lupa atau disengaja, maka sembelihan hewan kurban tersebut tetap sah. Imam Nawawi dalam kitab Almajmu mengatakan;

فى مذاهب العلماء فى التسمية على ذبح الأضحية وغيرها من الذبائح ، وعلى إرسال الكلب والسهم وغيرهما إلى للصيد . مذهبنا – أى الشافعية- أنه سنة فى جميع ذلك ، فإن تركها سهوا أو عمدا حلت الذبيحة ولا إثم عليه

Baca Juga :  Hal-Hal yang Disunahkan Saat Azan (Bagian II)

“Pendapat ulama tentang membaca basmalah ketika menyembelih hewan kurban atau sembelihan hewan lainnya, dan ketika melepaskan anjing atau busur saat berburu. Pendapat kami, ulama Syafiiyah, membaca basmalah hukumnya sunah saat melakukan semua yang telah disebutkan. Jika meninggalkan basmalah baik lupa atau sengaja, maka hewan sembelihan tersebut halal dan tidak berdosa.”

Menurut ulama Malikiyah, Hanfiyah dan Hanabilah, membaca basmalah adalah syarat halalnya sembelihan. Jika sengaja meninggalkan basmalah saat menyembelih hewan kurban, maka hewan kurban tersebut tidak halal dimakan. Namun jika karena lupa, maka hewan kurban tersebut boleh dimakan.

Sedangkan menurut ulama Dzahiriyah dan beberapa ulama salaf mengatakan bahwa membaca basmalah adalah syarat utama, tidak boleh ditinggalkan baik karena lupa, sengaja atau tidak tahu. Jika membaca basmalah ditinggalkan, maka hasil sembelihan hewan kurban tersebut tidak halal dimakan. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah Alan’am ayat 121;

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْه

“Dan janganlah kalian memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.”

Dari keterangan di atas, terjadi perbedaan pendapat terkait hukum membaca basmalah saat menyembelih hewan kurban. Sebagian ulama mengatakan sunah dan sebagian yang lain mengatakan wajib. Namun demikian, semua ulama sepakat terkait anjuran membaca basmalah saat menyembelih hewan kurban. Sehingga selayaknya saat menyembelih hewan kurban diawali dengan bacaan basmalah terlebih dulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.