Hukum Memakai Softlens Saat Shalat

0
71

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak di kalangan orang-orang muslim yang memakai softlens atau lensa mata ketika melaksanakan shalat, terutama yang memakainya karena ada masalah pada penglihatan sebagai pengganti dari kacamata. Bagaimana hukum memakai softlens saat shalat, apakah sah?

Memakai softlens, lensa mata, atau lensa kontak saat melaksanakan shalat hukumnya boleh, tidak membatalkan shalat. Tidak masalah bagi seseorang yang memakai softlens melaksanakan shalat, baik memakainya karena ada masalah penglihatan atau untuk perhiasan semata.

Selama softlens tersebut sudah dipastikan suci dari najis, maka tidak masalah shalat memakai softlens. Hal ini karena tidak ada larangan memakai dan membawa benda apapun saat shalat selama benda tersebut suci dari najis.

Selain itu, pemakaian softlens juga tidak menyebabkan wudhu tidak sah. Pada saat kita membasuh wajah ketika wudhu, kita tidak wajib membasuh bagian dalam mata. Menurut ulama Syafiiyah, bagian dalam mata tidak termasuk bagian wajah yang wajib dibasuh. Sehingga jika kita memakai softlens, dan air terhalangi masuk ke dalam bagian mata, maka wudhu kita tetap sah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut;

ولا تغسل العين ومن اصحابنا من قال يستحب غسلها لان ابن عمر رضى الله عنهما كان يغسل عينه حتى عمى والاول أصح لانه لم ينقل ذلك عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قولا ولا فعلا فدل على أنه ليس بمسنون ولان غسلها يؤدى إلى الضرر

Mata tidak wajib dibasuh. Sebagian sahabat kami berpendapat bahwa mata dianjurkan untuk dibasuh karena Sahabat Ibnu Umar dulu membasuh matanya hingga daya penglihatannya berkurang. Pendapat pertama lebih shahih karena tidak ada keterangan nukilan berupa penyataan atau perbuatan dari Rasulullah Saw. Dengan demikian, ini menjadi dalil bahwa pembasuhan mata tidak dianjurkan dan pembasuhannya dapat mengakibatkan mudarat.

Dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi menyebutkan sebagai berikut;

Baca Juga :  Hukum Shalat Jamaah Mengikuti Live Streaming, Siaran Radio dan Televisi

أما حكم المسألة فلا يجب غسل داخل العين بالاتفاق وفي استحبابه الوجهان اللذان ذكرهما المصنف أصحهما عند الجمهور لا يستحب

Adapun hukum masalah ini, ulama sepakat atas ketidakwajiban (seseorang) membasuh bagian dalam mata. Perihal kesunahan membasuh mata, terdapat dua pendapat ulama. Kedua pendapat ini disebutkan oleh penulis. Pendapat yang paling sahih adalah pendapat mayoritas ulama, yaitu tidak ada kesunahan membasuh mata.

Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat diketahui bahwa memakai softlens ketika wudhu dan shalat hukumnya boleh, tidak masalah. Wudhu dan shalat dihukumi sah dengan memakai softlens atau lensa mata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here