Hukum Memakai Sepatu yang Terbuat dari Kulit Babi

2
2756

BincangSyariah.Com – Allah swt. dan Nabi Muhammad saw. telah mengharamkan daging babi bagi umat muslim untuk dikonsumsi. Lalu bagaimana hukum menggunakan sepatu yang terbuat dari kulit babi?

Syekh Ali Jum’ah salah satu ulama terkemuka di Mesir telah menjelaskan hal ini sebagaimana diterangkan di dalam Darul Ifta’ Al-Misriyyah. Beliau menjelaskan bahwa secara syara’ babi itu haram untuk dikonsumsi dan diperoleh. Dalilnya adalah firman Allah swt.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللهِ

Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah... (Q.S. Al-Baqarah/2: 173)

Syara’ tidak hanya mengharamkan mengkonsumsi dan memperolehnya, tetapi juga mengharamkan menjual dan memanfaatkannya.

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقول: «إِنَّ اللهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ، وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ»، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ، فَإِنَّهَا يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ؟ فَقَالَ: «لاَ هُوَ حَرَامٌ»، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم عِنْدَ ذَلِكَ: «قَاتَلَ اللهُ الْيَهُودَ؛ إِنَّ اللهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ، ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ» متفق عليه.

Dari Jabir bin Abdillah r.a., sesungguhnya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan menjual minuman keras, bangkai, babi, dan patung berhala.” Lalu ditanyakan, “Wahai Raulullah, apakah pendapat engkau tentang lemak bangkai, sungguh kapal-kapal dilapisi dengannya, kulit-kulit diminyaki dengannya, dan manusia menjadikannya sebagai lampu dengannya (lemak bangkai)? Beliau bersabda, “Tidak boleh, perbuatan itu haram.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda ketika itu, “Allah memusuhi Yahudi, sungguh Allah ketika mengharakan lemak bangkai, mereka (justru) mengumpulkannya (mempercantiknya), kemudian menjualnya, lalu memakan hasil penjualannya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Baca Juga :  Ini Penjelasan Sebelum Azan Tidak Disunahkan Membaca Basmalah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم جَالِسًا عِنْدَ الرُّكْنِ، فَرَفَعَ بَصَرَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَضَحِكَ فَقَالَ: «لَعَنَ اللهُ الْيَهُودَ ثَلاَثًا، إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيْهِمُ الشُّحُومَ فَبَاعُوهَا وَأَكَلُوا أَثْمَانَهَا، وَإِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَيْءٍ حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ثَمَنَهُ» رواه أحمد وأبو داود

Dari Ibnu ‘Abbas r.a., ia berkata, “Aku melihat Rasulullah saw. duduk di samping rukun, beliau mengangkat pandangannya ke langit lalu tertawa, lalu beliau bersabda, “Allah telah melaknat Yahudi tiga kali, sungguh Allah telah mengharamkan mereka lemak (bangkai), namun mereka memperjual belikannya, dan memakan hasil penjualannya, dan sungguh Allah jika mengharamkan pada suatu kaum untuk mengkonsumsi sesuatu maka Allah juga mengharamkan bagi mereka harganya.” H.R. Ahmad dan Abu Daud.

Alasan atau illat pengharaman menjual dan memanfaatkan (babi) menurut mayoritas ulama fiqih adalah karena babi itu najis baik hidup maupun matinya, namun ulama Malikiyah berpendapat bahwa babi itu suci selama masih hidup dan najis jika sudah mati.

Dengan demikian maka, hukum memakai sepatu yang terbuat dari kulit babi tidak boleh, karena hal itu menyalahi larangan Rasulullah saw. untuk tidak menjual babi dan memanfaatkannya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here