Hukum Memakai Celana Robek Saat Shalat

0
55

BincangSyariah.Com – Saat ini, banyak dari kalangan para pemuda yang melaksanakan shalat dengan memakai celana ketat, bahkan dengan celana robek. Ini banyak dijumpai di perkotaan, terutama di kalangan pemuda yang baru belajar shalat. Sebenarnya, bagaimana hukum memakai celana robek saat shalat, apakah shalat sah?

Terkait memakai celana robek saat shalat hukumnya perlu diperinci. Jika bagian celana yang robek tersebut berada antara bagian lutut hingga pusar sehingga ada sebagian aurat yang kelihatan terbuka, maka hukum shalatnya tidak sah.

Namun jika bagian celana yang robek hanya di bagian betis saja, bukan bagian lutut ke atas, maka hukum shalatnya sah. Selama aurat antara lutut dan pusar tidak kelihatan terbuka, maka boleh dan sah memakai celana robek saat shalat.

Hal ini karena yang menjadi ukuran bukan bentuk pakaian namun fungsi pakaian. Jika pakaian sudah menutupi aurat, meskipun pakaian tersebut berupa celana yang robek bagian bawahnya, sarung, jubah dan lainnya, maka hukumnya boleh dipakai dan shalatnya dinilai sah.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

ويكفي الستر بجميع أنواع الثياب والجلود والورق والحشيش المنسوج وغير ذلك مما يستر لون البشرة وهذا لا خلاف فيه

Menutup aurat bisa terpenuhi dengan seluruh macam jenis pakaian, kulit, daun, rumput yang dianyam dan lainnya yang menutupi warna kulit. Ini tidak ada perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini.

Meski boleh dan sah memakai celana yang robek bagian bawahnya, namun sebaiknya ketika seseorang melaksanakan shalat hendaknya memakai pakaian terbaik dan sopan, bukan celana yang robek-robek dan lainnya. Ini sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam surah Al-A’raf ayat 31 berikut;

Artinya:

Baca Juga :  Sebelum Melangsungkan Akad Nikah Dianjurkan Lakukan Shalat Sunah, Ini Tata Caranya

Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap kali (memasuki) masjid (shalat).

Menurut Ibnu Katsir, berdasarkan ayat ini, maka disunnahkan memakai pakaian terbaik dan berhias diri ketika hendak melaksanakan shalat. Beliau berkata sebagai berikut;

ولهذه الآية، وما ورد في معناها من السنة، يستحب التجمل عند الصلاة، ولا سيما يوم الجمعة ويوم العيد، والطيب لأنه من الزينة، والسواك لأنه من تمام ذلك

Berdasarkan ayat ini dan juga dalil dari beberapa sunnah yang semakna dengannya (terkandung faidah) dianjurkannya memperindah penampilan ketika shalat, lebih-lebih pada hari Jumat dan hari raya. (Juga dianjurkan) memakai wangi-wangian, karena hal itu termasuk dalam perhiasan, dan juga siwak, karena hal itu termasuk dalam perkara yang menyempurnakannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here