Hukum Memakai Celak Saat Berpuasa

0
9

BincangSyariah.Com – Menurut ulama Syafiiyah, bercelak hukumnya adalah sunnah, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Selain itu, bercelak memiliki manfaat untuk kesehatan mata. Namun bagaimana jika memakai celak saat berpuasa, apakah tetap disunnahkan?

Memakai celak saat berpuasa hukumnya boleh. Tidak masalah bagi seseorang untuk memakai celak saat ia sedang berpuasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Disebutkan dalam kitab Fathul Bari bahwa Abdur Razak berkata sebagai berikut;

لَا بَأْس بِالْكُحْلِ لِلصَّائِمِ

Tidak mengapa bercelak untuk orang yang berpuasa. (Baca: Bolehkah Sahur Puasa Sunnah Setelah Azan Subuh?)

Bahkan menurut sebagian ulama, memakai celak saat berpuasa tetap dianjurkan sebagaimana saat sedang tidak berpuasa. Hal ini karena Nabi Saw pernah memakai celak saat beliau sedang berpuasa. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah, dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اِكْتَحَلَ فِي رَمَضَانَ وَهُوَ صَائِمٌ

Sesungguhnya Nabi Saw bercelak saat beliau sedang berpuasa.

Menurut ulama Syafiiyah, bercelak saat berpuasa hukumnya adalah boleh namun khilaful awla atau menyalahi yang lebih utama. Hal ini karena meskipun boleh, namun yang lebih utama menurut ulama Syafiiyah adalah tidak bercelak saat berpuasa. Sementara menurut ulama Malikiyah, bercelak saat berpuasa hukumnya adalah makruh.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Hasan Sulaiman Al-Nuri dan Syaikh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam berikut;

جواز اكتحال الصائم نهارا قالت الشافعية والحنفية الاكتحال للصائم جائز ولا يفطر سواء أوجد طعمه في حلقه أم لا، ولكنه عند الشافعية خلاف الأولى. وقالت المالكية والحنابلة يفسد الصوم بالاكتحال نهارا إذا وجد طعمه في فمه ويكره إذا لم يجد طعمه في فمه

Baca Juga :  Tata Cara Shalat Istikharah Mutlak

Kebolehan bercelak bagi orang yang berpuasa di siang hari. Ulama Syafiiyah dan Hanafiyah mengatakan bahwa bercelak bagi orang yang berpuasa adalah boleh, dan puasanya tidak batal baik celak itu terasa di tenggorokan atau tidak terasa. Tetapi menurut ulama Syafiiyah, bercelak saat puasa di siang hari menyalahi keutamaan. Sedangkan ulama Malikiyah dan Hanabilah mengatakan; Puasa seseorang batal karena bercelak di siang hari bila terdapat bahan materialnya terasa di lidah. Dan makruh jika tidak bahan materialnya tidak terasa di lidah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here