Hukum Melirik-Lirik Saat Salat

1
1375

BincangSyariah.Com – Dalam fikih, melirik saat salat termasuk bagian dari iltifat atau menoleh. Disebutkan dalam kitab Shahih Shifati Shalatin Nabi bahwa jika seseorang menoleh hanya dengan gerakan kepala atau hanya dengan mata (melirik) sementara anggota badan lainnya tetap menghadap kiblat, maka menoleh semacam ini tidak membatalkan salat.

Ada tiga hukum terkait menoleh hanya dengan gerakan kepala atau mata (melirik) saat salat, sebagai berikut.

Pertama, jika menoleh dengan kepala atau melirik dengan mata dilakukan tanpa kebutuhan dan keperluan, maka ulama sepakat hukumnya makruh. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الاِلْتِفَاتِ فِي الصَّلاَةِ ؟ فَقَال : هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ الْعَبْدِ

“Saya bertanya kepada Nabi saw. tentang menoleh ketika salat. Beliau menjawab; ‘Itu adalah tipuan, setan menipu salat seorang hamba.’”

Kedua, tidak makruh atau dibolehkan jika ada kebutuhan atau karena ada uzur tertentu. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah disebutkan, dia berkata;

اشْتَكَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّيْنَا وَرَاءَهُ وَهُوَ قَاعِدٌ وَأَبُو بَكْرٍ يُسْمِعُ النَّاسَ تَكْبِيرَهُ ، فَالْتَفَتَ إِلَيْنَا فَرَآنَا قِيَامًا فَأَشَارَ إِلَيْنَا فَقَعَدْنَا ، فَصَلَّيْنَا بِصَلَاتِهِ قُعُودًا

“Rasulullah saw. sakit dan kami salat di belakang beliau. Beliau salat dengan duduk, sementara Abu Bakar mengeraskan takbir beliau agar didengar semua jamaah. Tiba-tiba beliau menoleh ke kami, dan beliau lihat kami salat dengan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami (untuk duduk) dan kami pun duduk. Akhirnya kami menjadi makmum beliau sambil duduk.”

Ketiga, jika melirik menyebabkan hilangnya khusyuk dan konsentrasi dalam salat, maka hukumnya haram.

Baca Juga :  Apakah Tersenyum Membatalkan Salat?

1 KOMENTAR

  1. Komentar: assalamu’alaykum pak uztad, saya tinggal di provinsi kaltim. saya mau bertanya, mengapa jaman sekarang manusia sholat fardhu 5 waktu katanya tidak apa apa ditinggal?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here