Hukum Melantunkan Tarhim Sebelum Adzan Shalat Subuh

12
4923

BincangSyariah.Com – Tarhim merupakan pujian yang berisi bacaan tasbih, tahmid, tahlil, doa dan shalawat kepada Nabi Saw. Di Indonesia, tarhim ini dilantunkan menjelang waktu Subuh tiba dan ditujukan sebagai pengingat kepada kaum muslimin untuk bangun dan bersiap-siap melakukan ibadah. Sebenarnya, bagaimana hukum melantunkan tarhim sebelum adzan shalat Subuh dalam Islam?

Melantunkan tarhim di waktu malam sebelum adzan shalat Subuh hukumnya diperbolehkan, terutama jika hal itu bermanfaat mengingatkan orang-orang yang tidur untuk bersiap-siap beribadah kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi Saw menjelang waktu Subuh tiba, beliau mengingatkan masyarakat untuk bangun dan mengingat Allah Swt.  (Baca: Hukum Membaca Salawat Sebelum Azan)

Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari bapaknya Ubay bin Ka’ab, dia berkisah;

ان النبي – صلى الله عليه وسلم – كان إذا ذهب ثلثا الليل قام، فقال: ((يأيها الناس، اذكروا الله، جاءت الراجفة تتبعها الرادفة، جاء الموت بما فيه، جاء الموت بما فيه

Sesungguhnya Nabi Saw ketika sudah sepertiga malam, beliau bangun dan berkata; Wahai manusia, ingatlah kalian kepada Allah, pasti datang tiupan sangkakala pertama yang diikuti dengan yang kedua, datang kematian dengan kengeriannya, datang kematian dengan kengeriannya.

Hadis ini dijadikan dalil oleh sebagian ulama bahwa melantunkan tasbih, tahlil, shalawat, dan puji-pujian di akhir malam hukumnya boleh. Hal ini agar orang-orang yang sedang tidur bangun sehingga bisa bersiap-siap untuk beribadah kepada Allah.

Namun demikian, ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa melantunkan tarhim yang berisi tasbih, tahlil, shalawat di akhir malam sebelum adzan shalat Subuh adalah bid’ah. Pendapat ini ditentang oleh sebagian ulama dengan menggunakan hadis di atas.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Fathul Bari li Ibni Rajab berikut;

وفيه دلالة على ان الذكر والتسبيح جهرا في آخر الليل لا بأس به؛ لايقاظ النوام.وقد انكره طائفة من العلماء، وقال: هو بدعة، منهم: ابو الفرج ابن الجوزي. وفيما ذكرناه دليل على انه ليس ببدعة

Hadis ini menjadi dalil bahwa dzikir dan tasbih dengan suara keras di akhir malam tidak masalah untuk membangunkan orang-orang yang tidur. Terdapat sebagian ulama yang mengingkarinya dan mengatakan bahwa hal itu adalah bid’ah. Di antaranya adalah Abu Al-Farj Ibnu Al-Jauzi. Dan apa yang telah kami sebutkan menjadi dalil bahwa hal itu bukan sesuatu yang bid’ah.

12 KOMENTAR

  1. Saya kira antara tarhim dengan hadits itu tidak ada korelasinya,malah terkesan dipaksakan untuk melegalkan sesuatu yang tidak ada syari’atnya. Malahan banyak orang terganggu, diantaranya orang yang tengah sakit, orang yang tengah melaksanakan tahajjud belum selesai,gahkan mungkin tetangga kita yang non muslim jelas terganggu karena durasinya lama makan waktu antara 30 menitan.
    Pada zaman Nabi Muhammad saw.yang dilakukan Bilal bin Rabbah Ra.ada ADZAN AWWAL sebagai teknik membangunkan orang yang sedang tidur,yang akan melakukan tahajjud, dan yang akan melakukan shaum.

    Demikianlah saudaraku.Sekedar masukan in syaa Allah motifnya ‘izzul Islam walmuslimiin.

  2. Keterangan yg menyesatkan
    Tarkhim tdk pernah di contohkan Rasulullah saw pada saat beliau msih hidup
    Tarkhim itu sendiri muncul beberapa ratus tahun setelah rasulullah saw wafat, dan mulai terdengar pertama di mesir
    Sampai saat ini kemunculan tarkhim masih dipertanyakan siapa yg menciptakannya
    .
    Beribadahlah sesuai tuntunan rasulullah saw
    Tinggalkan apa apa yg tdk pernah Rasulullah saw contohkan, mengindari adanya menyalahi aturan dlm lbadah

  3. orang orang yg berbuat maksiat yg jelas jelas dilarang gak pernah kalian komen sdgkan orang yg membangunkan orang tidur untuk beribadah kalian ribut.belajar agama jangan satu ulama saja agar kalian arif dan bijaksana didalam mengamalkan agama, jangan semua amalan dibilang bid’ah kalau rosul tidak mengerjakan,dikepala kalian juga ada yg bid’ah.

  4. 1 bid’ah itu akan mematikan 1 sunnah

    kenapa gk hidupkan sunnah aja adzan 2 kali seperti di saudi sebagaimana dizaman nabi adzan bilal dan abdullah bin umi maktum,

    zaman sekarang itu bukan tahrim aja bahkan dipaket dengan murrotal, tarhim baru adzan)

    “Apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapat rahmat.” al a’raf204
    (krn yg diputar adalah kaset, marbot malah sibuk yg lain)

    Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Al-A’raf:55)

    Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al-A’raf:205)

    dan masih banyak ayat alquran, dan hadist lainnya yg menjelaskan tentang perbuatan mengganggu orang lain dengan lantunan dan bacaan tsb

    semoga jadi renungan dan masukan bagi orang2 yang mau berfikir

  5. Pake hp .. nonton youtube jelas jelas tidak ada hukumnya.. bid ah apa kalian sedang tidak pake hape?…… Tahlil.. tahmid takbir jadi bid ah jika dikemas dalam tahlilan… Yg jelas hamba Allah yg melantunkan tahlil tahmid di sembarang waktu tetap di terima Allah.. bahkan pendosa sekalipun.. apa malaikat mau menolakmencatat kebaiakan bacaan tahlil tahmid takbir.. suolawat?

  6. Pake hp .. nonton youtube jelas jelas tidak ada hukumnya.. bid ah apa kalian sedang tidak pake hape?…… Tahlil.. tahmid takbir jadi bid ah jika dikemas dalam tahlilan… Yg jelas hamba Allah yg melantunkan tahlil tahmid di sembarang waktu tetap di terima Allah.. bahkan pendosa sekalipun.. apa malaikat mau menolakmencatat kebaiakan bacaan tahlil tahmid takbir.. suolawat?

  7. Saya sangat terganggu dengan tarhim ini sebab sy sholat tahajjud menjelang sholat subuh, sehingga saya tidak bisa mengerti apa yg saya baca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here