Hukum Melakukan Takbir Zawaid Ketika Salat Id

0
1508

BincangSyariah.Com – Salat Idul Fitri dan Idul Adha memiliki ciri khas tersendiri dibanding tata cara salat yang lain. Ciri khas yang hanya dimiliki salat Idul Fitri dan Idul Adha adalah melakukan takbir zawaid atau takbir tambahan pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali dan pada rakaat kedua sebanyak lima kali.

Keberadaan ciri khas berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Amr bin Auf Almuzani beriktu;

أن النبي صلى الله عليه وسلم كبر في العيدين في الأولى سبعاً قبل القراءة، وفي الثانية خمساً قبل القراءة

“Sesungguhnya Nabi Saw. berktakbir saat melakukan salat Idul Fitri dan Idul Adha pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali sebelum membaca Alfatihah dan pada rakaat kedua sebanyak lima kali sebelum membaca Alfatihah.”

Ulama Syafiiyah mengatakan bahwa takbir zawaid ini dilakukan setelah membaca doa Iftitah dan sebelum membaca surah Alfatihah pada rakaat pertama, sementara pada rakaat kedua dilakukan setelah bangun untuk rakaat kedua dan sebelum membaca Alfatihah.

Lantas bagaimana jika lupa melakukan takbir zawaid, bagaimana hukumnya? Dan apakah boleh diqada? Bagaimana caranya?

Semua ulama sepakat bahwa takbir zawaid hukumnya sunah sehingga jika tidak dilakukan, baik lupa atau sengaja, tidak membatalkan salat Id. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Almughni berikut;

وَالتَكْبِيْرَاتُ وَالذِكْرُ بَيْنَهَا سُنَةٌ وَلَيْسَ بِوَاجِبٍ، وَلَا تَبْطُلُ الصَلَاةُ بِتَرْكِهِ عَمْدًا وَلَا سَهْوًا، وَلَا أَعْلَمُ فِيْهِ خِلَافًا

“Takbir tambahan dan bacaan zikir di antara takbir, hukumnya adalah sunah, bukan wajib. Salat Id tidaklah batal disebabkan tidak melakukan takbir tersebut, baik disengaja maupun lupa. Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat dalam hal ini”.

Namun demikian, jika lupa melakukan takbir zawaid kemudian ingat setelah melakukan rukuk, maka ulama sepakat bahwa takbir zawaid tersebut tidak boleh diqada dan harus melanjutkan salat.

Baca Juga :  Lupa Melakukan Takbir Zawaid saat Salat Id, Haruskah Sujud Sahwi?

Misalnya, dalam rakaat pertama tidak melakukan takbir zawaid karena lupa kemudian pada saat rukuk atau setelahnya ingat, maka wajib melanjutkan salat dan tidak boleh berdiri lagi untuk mengqada takbir zawaid tersebut. Jika berdiri dan mengqada takbir zawaid, maka salatnya batal.

Adapun jika ingat sebelum melakukan rukuk, maka ada dua kemungkinan, yaitu pertama ingat pada saat membaca surah Alfatihah, dan kedua ingat setelah membaca surah Alfatihah.

Menurut pendapat terbaru dari Imam Syafii atau dikenal dengan istilah qaul jadid, jika ingat pada saat membaca surah Alfatihah atau setelahnya dan belum rukuk, maka tetap tidak perlu melakukan takbir zawaid. Hal ini dikarenakan waktu takbir zawaid, yaitu sebelum membaca surah Alfatihah, sudah tidak ada.

Namun demikian, ada pendapat lama dari Imam Syafii atau dikenal dengan qaul qadim, yang membolehkan mengqada takbir zawaid selama belum rukuk. Jika ingat saat membaca surah Alfatihah, maka berhenti membaca surah Alfatihah kemudian melakukan takbir zawaid sebanyak tujuh kali atau lima kali. Setelah takbir zawaid selesai, kemudian membaca ulang surah Alfatihah dari ayat pertama.
Jika ingat setelah membaca surah Alfatihah, maka langsung melakukan takbir zawaid dan tidak perlu membaca surah Alfatihah lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here