Hukum Melakukan Takbir Intiqal

1
3442

BincangSyariah.Com – Maklum bagi kita bahwa takbiratul ihram adalah salah satu rukun yang dapat membatalkan shalat ketika tidak dilakukan. Yakni takbir yang menandakan seseorang masuk di dalam shalat. Lalu bagaimana hukum melakukan takbir intiqal?

Takbir intiqal adalah takbir yang dilakukan seseorang di dalam shalat setiap akan berpindah dari satu gerakan ke gerakan yang lainnya. Karena arti dari kata intiqal sendiri adalah berpindah. Adapun hukum melakukan takbir intiqal adalah sunnah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafii yang disusun oleh Dr. Mustafa Al-Khan, Mustafa Al-Bagha, dan Ali Asy-Syarbiji.

يسنّ لك أن تكبّر مثلها عند كل انتقال من الانتقالات، ما عدا الرفع من الركوع فيسن بدلاً من التكبير قول: سمع الله لمن حمده، ربنا لك الحمد

Disunnahkan untukmu melakukan takbir seperti takbiratul ihram ketika setiap berpindah dari gerakan-gerakan (rukun) selain ketika berdiri dari ruku’, maka disunnahkan mengucapkan “sami’allahu liman hamidah rabbana lakal hamdu.”

Kesunnahan takbir intiqal tersebut berdasarkan hadis Nabi saw. sebagai berikut.

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ يُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْكَعُ ثُمَّ يَقُولُ: سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَهُ حِينَ يَرْفَعُ صُلْبَهُ مِنَ الرُّكُوعِ ثُمَّ يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ: رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَهْوِي ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَسْجُدُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ؛ ثُمَّ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي الصَّلاَةِ كُلِّهَا حَتَّى يَقْضِيَهَا؛ وَيُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ مِنَ الثِّنْتَيْنِ بَعْدَ الْجُلُوسِ (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. ketika melaksanakan shalat, beliau takbir ketika berdiri, kemudian takbir ketika ruku, lalu mengucapkan “sami’a Allahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memujiNya) ketika beliau mengangkat tulang punggungnya dari ruku’, kemudian beliau mengucapkan “Rabbana walakal hamdu (Tuhan kami, dan hanya kepadamu segala puji) ketika dalam keadaan berdiri (i’tidal), lalu beliau mengucapkan takbir ketika turun ( hendak melaksanakan sujud), takbir ketika mengangkat kepala (dari sujud), kemudian takbir ketika akan sujud (kedua), lalu takbir ketika mengangkat kepala (dari sujud kedua). Beliau melakukan itu semua di dalam shalat sampai selesai, dan beliau (juga) takbir ketika berdiri dari dua rakaat setelah duduk (tasyahud awal). (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Baca Juga :  Doa Saat Hendak Bepergian

Demikian hukum melakukan takbir intiqal, yakni sunnah dilakukan setiap akan berpindah gerakan shalat. Baik ketika akan ruku’, sujud, maupun berdiri dari sujud. Hanya saja ketika i’tidal sebagai pengganti dari takbir intiqal disunnahkan mengucapkan “Sami’ Allahu liman hamidah.” Wa Allahu A’lam bis Shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here