Hukum Melakukan Puasa Membisu

0
1429

BincangSyariah.Com – Puasa bisu adalah istilah untuk puasa dengan disertai niat untuk tidak berbicara sepanjang hari hingga Maghrib tiba. Bahkan sebagian orang melakukan puasa bisu hingga 40 hari, 4 bulan dan ada yang sampai setahun. Selama setahun dia berpuasa tanpa berbicara sama sekali. Dalam Islam, bagaimana hukum melakukan puasa bisu ini?

Puasa bisu di dalam Islam termasuk bentuk puasa yang dilarang. Kita tidak diperbolehkan berpuasa dengan disertai niat untuk tidak berbicara selama sehari, apalagi sampai 40 hari dan setahun. Imam al-Khatthabi menyebutkan bahwa puasa bisu merupakan bentuk ibadah yang dilakukan oleh masyarakat Arab sebelum Islam. Setelah Islam datang, maka bentuk ibadah puasa bisu ini dilarang.

Sebaliknya, ketika sedang berpuasa, kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca zikir, al-Quran, memberikan nasihat yang baik kepada orang, juga dianjurkan untuk berbicara dengan orang lain dengan perkataan yang baik. Kita dilarang membisu sepanjang hari ketika kita berpuasa.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Sayidina Ali, dia berkata;

حَفِظْتُ عَنْ رَسُولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم لاَ يُتْمَ بَعْدَ احْتِلاَمٍ، وَلاَ صُمَاتَ يَومٍ إِلَى اللَّيْلِ

“Aku hafal dari Rasulullah Saw bahwa tidak disebut yatim setelah mengalami ihtilam (mimpi basah) dan tidak boleh diam sepanjang hari hingga malam.”

Dalam kitab al-Tahrir wa al-Tanwir, Ibnu Asyur menyebutkan riwayat sebagai berikut;

وروي عن أبي بكر الصديق – رضي الله عنه -أنه دخل على امرأة قد نذرت أن لا تتكلم . فقال لها : إن الإسلام قد هدم هذا فتكلمي . وفي الحديث أن امرأة من أحمس حجت مصمتة ، أي لا تتكلم . فالصمت كان عبادة في شرع من قبلنا وليس هو بشرع لنا لأنه نسخه الإسلام بقول النبيء – صلى الله عليه وسلم – : مروه فليتكلم ، وعمل أصحابه

Baca Juga :  Fungsi dan Keutamaan Surah Alfatihah

“Diriwayatkan dari Abu Bakar al-Shiddiq-semoga Allah meridhainya- bahwa suatu saat dia masuk menemui perempuan yang bernazar untuk tidak berbicara. Sayidina Abu Bakar berkata kepada perempuan tersebut, ‘Sesungguhnya Islam telah menghapus ini, maka berbicaralah. Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa ada seorang perempuan dari Ahmas melakukan haji dengan membisu, yaitu tidak berbicara. Membisu merupakan ibadah yang disyariatkan sebelum kita dan bukan syariat untuk kita (umat Islam) karena hal tersebut telah dihapus oleh Islam dengan sabda Nabi Saw; ‘Kalian suruhlah dia berbicara dan bergaul dengan sahabatnya.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here