Hukum Melaksanakan Shalat Witir Setelah Imsak

0
1488

BincangSyariah.Com – Setiap orang memiliki kebiasaan berbeda-beda ketika melaksanakan shalat witir. Ada yang melaksanakan shalat witir di awal waktu setelah shalat Isya’, terutama di bulan Ramadhan, ada juga yang melaksanakan di sepertiga akhir malam. Bahkan di bulan Ramadhan, ada yang melaksanakan setelah imsak. Sebenarnya, bagaimana hukum melaksanakan shalat witir setelah imsak?

Melaksanakan shalat witir setelah waktu imsak hukumnya boleh dan sah. Tidak masalah melaksanakan shalat witir setelah waktu imsak, selama belum masuk waktu Shubuh. Karena jarak antara waktu imsak dan waktu Shubuh sangat pendek, maka dianjurkan untuk melaksanakan shalat witir hanya satu rakaat saja. (Baca: Bolehkah Melakukan Dua Kali Shalat Witir dalam Semalam?)

Hal ini sebagaimana arahan dan anjuran Nabi Saw dalam hadis riwayat hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut;

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلاً جَاءَ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَهْوَ يَخْطُبُ فَقَالَ كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ فَقَالَ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِيتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ ، تُوتِرُ لَكَ مَا قَدْ صَلَّيْتَ

Dari Ibnu ‘Umar ra bahwa ada seseorang yang mendatangi Nabi Saw, sementara beliau ketika itu sedang berkhutbah. Orang tersebut bertanya pada Rasulullah Saw, bagaimana tata cara melaksanakan shalat malam. Kemudian Nabi Saw menjawab; Shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika kamu khawatir waktu Shubuh segera tiba, maka laksanakanlah shalat witir satu rakaat. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.

Menurut kebanyakan ulama, waktu shalat witir berakhir ketika sudah terbit fajar shodiq atau sudah masuk waktu Shubuh. Selama waktu Shubuh belum tiba, meskipun sudah masuk imsak, maka tetap boleh dan sah melaksanakan shalat witir.

Baca Juga :  Anjuran Rasulullah Untuk Berkumur Setelah Minum Susu

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

وَأَمَّا آخِرُ وَقْتِ الْوِتْرِ فَالصَّحِيحُ الَّذِي قَطَعَ بِهِ الْمُصَنِّفُ وَالْجُمْهُورُ أَنَّهُ يَمْتَدُّ إلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ وَيَخْرُجُ وَقْتُهُ بِطُلُوعِ الْفَجْرِ

Adapun akhir waktu shalat witir, maka menurut pendapat yang shahih dan diikuti oleh mushannif dan kebanyakan ulama, bahwa waktunya sampai terbit fajar dan waktunya keluar dengan terbitnya fajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here