Hukum Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid Ketika Muadzin Sedang Adzan

3
1430

BincangSyariah.Com – Ketika kita masuk masjid, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid. Dalam waktu tertentu, terkadang kita masuk masjid ketika muadzin sedang mengumandangkan adzan. Dalam kondisi demikian, sebaiknya kita menunggu sampai muadzin selesai adzan atau kita langsung melaksanakan Tahiyatul Masjid.  Dan, bagaimana hukum melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid ketika muadzin sedang adzan?

Jika kita masuk masjid, dan kebetulan muadzin sedang mengumandangkan adzan, maka kita dianjurkan untuk menjawab adzan terlebih dahulu. Kemudian setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan, baru kita melaksanakan Tahiyatul Masjid.

Hal ini agar kita bisa mengerjakan dua ibadah sekaligus, yaitu menjawab adzan  dan setelah itu melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid. Jika kita langsung melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid, maka ada satu ibadah yang kita abaikan dan tinggalkan, yaitu menjawab adzan.

Selain itu, menurut para ulama, ketika kita dihadapkan antara menjawab adzan dan melaksanakan shalat sunnah, termasuk shalat Tahiyatul Masjid dan shalat sunnah qabliyah, maka kita dianjurkan untuk memilih menjawab adzan. Hal ini karena menjawab adzan waktunya terbatas, sementara melaksanakan shalat sunnah waktunya lebih longgar.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Nawawi Al-Jawi dalam kitab Nihayatuz Zain berikut;

ويسن فعل الرواتب القبلية بعد اجابة المؤذن فان تعارضت هي وفضيلة التحرم لاسراع الامام بالفرض عقب الاذان اخرها الى ما بعدها ويكون ذلك عذرا للتأخير ولا يقدمها على الاجابة لانها تفوت بالتأخير

Dianjurkan melakukan shalat sunnah rawatib qabliyah setelah menjawab muadzin. Jika menjawab muadzin bertentangan dengan keutamaan mendapatkan takbiratul ihram bersama imam karena imam terburu-buru melakukan shalat fardhu setelah adzan, maka hendaknya shalat rawatib qabliyah diakhirkan setelah menjawab muadzin dan hal itu termasuk udzur untuk mengakhirkan, dan tidak boleh mendahulukan shalat rawatib qabliyah atas menjawab adzan karena kesempatan menjawab adzan bisa hilang sebab diakhirkan.

Dengan demikian, jika kita masuk masjid dan kebetulan adzan sedang dikumandangkan, maka kita hendaknya menunggu sambil berdiri hingga adzan selesai dikumandangkan. Kemudian setelah itu, baru kita melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid atau shalat sunnah lainnya.

100%

3 KOMENTAR

  1. […] Terkait melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid di waktu-waktu terlarang tersebut, menurut madzhab Imam Syafii, hukumnya boleh, dan tidak dimakruhkan. Oleh karena itu, jika kita masuk masjid di waktu-waktu terlarang dan kita melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid, maka hal itu tidak masalah. Bahkan hal itu mendapatkan kesunnahan dan keutamaan melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid. (Baca: Hukum Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid Ketika Muadzin Sedang Adzan) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ketika kita masuk masjid, kita dianjurkan untuk melakukan shalat sunnah Tahiyatul Masjid dua rakaat sebelum kita duduk. Selain bertujuan untuk menghormati masjid, tentunya shalat sunnah Tahiyatul Masjid juga bertujuan beribadah kepada Allah. (Baca: Hukum Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid Ketika Muadzin Sedang Adzan) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here