Hukum Melaksanakan Shalat Sunnah Mutlak Satu Rakaat

0
102

BincangSyariah.Com – Ketika kita melaksanakan shalat sunnah mutlak, umumnya kita melaksanakan paling sedikit dua rakaat dengan satu kali salam. Namun terkadang kita harus melakukannya dengan satu rakaat, yaitu ketika kita melakukan shalat sunnah mutlak dengan bermakmum pada imam yang melaksanakan shalat satu rakaat. Bagaimana hukum melaksanakan shalat sunnah mutlak satu rakaat, apakah boleh?

Melaksanakan shalat sunnah mutlak dengan jumlah satu rakaat hukumnya boleh dan sah. Hal ini karena jumlah minimal rakaat dalam shalat adalah satu rakaat. Karena itu, jika kita melaksanakan shalat sunnah mutlak, baik melaksanakan shalat sendirian atau bermakmum pada imama yang melaksanakan shalat witir satu rakaat, maka hukumnya boleh dan dihukumi sah.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Al-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut;

وَإِنْ تَطَوَّعَ بِرَكْعَةٍ وَاحِدَةٍ جَازَ لِمَا رُوِيَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَرَّ بِالْمَسْجِدِ فَصَلَّى رَكْعَةً فَتَبِعَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إنَّمَا صَلَّيْتَ رَكْعَةً فَقَالَ إنَّمَا هِيَ تَطَوُّعٌ فَمَنْ شَاءَ زَادَ وَمَنْ شَاءَ نَقَصَ

Jika seseorang melaksanakan shalat sunnah dengan jumlah satu rakaat, maka hukumnya boleh. Ini berdasarkan sebuah riwayat bahwa sesungguhnya Sayidina Umar lewat di suatu masjid dan kemudian beliau shalat satu rakaat, lalu seseorang mengikutinya dan berkata; Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya engkau melaksanakan shalat satu rakaat. Maka Sayidina Umar berkata; Itu hanya shalat sunnah. Maka barangsiapa suka menambah lebih dari dua rakaat, maka hendaknya dia manambah. Dan, barangsiapa suka kurang dari dua rakaat, maka hendaknya dia mengurangi (menjadi satu rakaat).

Riwayat ini menjadi dalil di kalangan para ulama, terutama ulama Syafiiyah, bahwa jumlah rakaat paling sedikit dalam shalat adalah satu rakaat. Oleh karena itu, jika kita melaksanakan shalat sunnah, terutama shalat sunnah mutlak, maka kita boleh melakukannya dengan satu rakaat.

Baca Juga :  Empat Hal yang Disunahkan saat Menghadapi Orang yang "Sakaratul Maut"

Meski boleh melakukan shalat sunnah mutlak satu rakaat, akan tetapi dianjurkan untuk melaksanakannya paling sedikit dua rakaat. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

أَنَّ التَّطَوُّعَ يُسَنُّ كَوْنُهُ رَكْعَتَيْنِ وَلَا يُشْتَرَطُ ذَلِكَ بَلْ مَنْ شَاءَ اسْتَوْفَى الْمَسْنُونَ وَمَنْ شَاءَ زَادَ عَلَيْهِ فَزَادَ عَلَى رَكْعَتَيْنِ بِتَسْلِيمَةٍ وَمَنْ شَاءَ نَقَصَ مِنْهُ فَاقْتَصَرَ عَلَى رَكْعَةٍ

Sesungguhnya shalat sunnah disunnahkan dilakukan dengan jumlah dua rakaat, akan tetapi hal itu bukan syarat. Bahkan jika seseorang suka, dia boleh menyempurnakan jumlah rakaat yang disunnahkan. Jika dia suka, dia boleh menambah dua rakaat dengan satu kali salam. Jika dia suka, maka dia boleh menguranginya dan melakukan hanya satu rakaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here