Hukum Melaksanakan Shalat Sambil Duduk dengan Kaki Berselonjor

1
2276

BincangSyariah.Com – Ketika kita tidak mampu melaksanakan shalat fardhu dalam keadaan berdiri, maka kita dibolehkan melaksanakannya dalam keadaan duduk. Namun, kadang kita menemukan seseorang yang melakasanakan shalat dalam keadaan duduk, namun dia bukan duduk bersila atau duduk iftirasy tetapi duduk dengan kaki berselonjor. Sebenarnya, bagaimana hukum melaksanakan shalat dengan kaki berselonjor, apakah shalatnya sah?

duduk iftirasy
duduk iftirasy

Disebutkan dalam kitab-kitab fiqih bahwa ada dua bentuk duduk yang dianjurkan oleh syariat ketika kita melaksanakan shalat fardhu dalam keadaan duduk, yaitu duduk iftirasy (duduk dengan cara bokong menduduki telapak kaki kiri, dan telapak kaki kanan ditegakkan) dan duduk bersila. Namun menurut pendapat yang lebih shahih, duduk iftirasy lebih utama dibanding duduk bersila. Hal ini karena duduk iftirasy merupakan bagian dari duduk yang dilakukan dalam shalat.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Bidayatul Muhtaj Syarh al-Minhaj berikut;

وافتراشه أفضلُ من تربُّعه وتوركِه وغيرِهما في الأظهر لأنه قعود العبادة، فكان أولى من التربع الذي هو قعود العادة

“Duduknya seseorang dengan bentuk iftirasy lebih utama dibanding duduk bersila, tawarruk dan lainnya menurut pendapat lebih jelas. Hal ini karena duduk iftirasy adalah duduk ibadah, karena itu ia lebih utama dibanding duduk bersila yang merupakan duduk biasa.”

Hanya saja, jika kita tidak mampu melaksanakan shalat dengan duduk iftirasy dan duduk bersila, maka kita boleh melaksanakannya dengan bentuk duduk apa saja, termasuk duduk dengan kaki berselonjor. Oleh karena itu, jika kita melaksanakan shalat fardhu dengan kaki berselonjor, maka shalatnya tetap dihukumi sah.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarh al-Minhaj berikut;

قول المتن ( كيف شاء ) أي على كيفية شاءها من افتراش أو تورك أو تمديد أو نحو ذلك

Baca Juga :  Bagaimana Hukum Membaca Surah Yasin dengan Cara Terbalik?

“Teks kitab matan (duduk sesukanya), artinya duduk dalam bentuk yang dikehendaki oleh seseorang, mulai dari duduk iftirasy, tawarruk, memanjangkan kaki (kaki berselonjor), atau lainnya.”

Dengan demikian, shalat fardhu dengan kaki berselonjor diperbolehkan dan shalat kita tetap sah, terutama apabila kita tidak mampu duduk iftirasy, tawaruk atau bersila.

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Terdapat sebagian orang yang tidak mampu jika berdiri lama. Sehingga jika dia melaksanakan sendirian, dia bisa melaksanakan shalat berdiri dari awal rakaat hingga akhir rakaat dengan cara memperpendek bacaan. Namun jika shalat berjemaah, dia tidak bisa melaksanakan shalat dengan berdiri dari awal hingga akhir rakaat. Dia harus duduk pada sebagian rakaat. Dalam keadaan seperti ini, dia lebih utama shalat sendirian atau shalat berjemaah? (Baca: Hukum Melaksanakan Shalat Sambil Duduk dengan Kaki Berselonjor) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here