Hukum Melaksanakan Shalat Qadha’ Secara Berjemaah

1
1735

BincangSyariah.Com – Dalam fiqih, shalat wajib yang dilaksanakan tepat pada waktunya disebut dengan shalat ada’. Sementara shalat wajib yang dilaksanakan sudah di luar waktunya disebut shalat qadha’. Sudah maklum bersama bahwa shalat wajib ada’ disunnahkan untuk dilaksanakan shalat berjemaah. Lantas, bagaimana dengan shalat wajib qadha’, apakah juga disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjemaah?

Menurut ulama Syafiiyah, melaksanakan shalat wajib qadha’ secara berjemaah hukumnya adalah boleh, bahkan disunnahkan. Mereka mengatakan bahwa kesunnahan melaksanakan shalat wajib qadha’ secara berjemaah ini tidak ada bedanya dengan kesunnahan melaksanakan shalat wajib ada’ secara berjemaah. (Baca: Niat Lengkap Qadha Shalat yang Terlewat Disertai Latin dan Terjemahan)

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Musnad Al-Imam Al-Syafi’i berikut;

والرابع: أن الفوائت تؤدي بجماعة مثل الحواضر سواء بسواء وأن ذلك مستحب وهو مذهب الشافعية

Masalah keempat adalah bahwa shalat yang tertinggal (qadha’) boleh dilaksanakan secara berjemaah persis seperti shalat tepat waktu (ada’) tanpa ada perbedaan. Bahkan hal itu dianjurkan menurut ulama Syafiiyah.

Karena melaksanakan shalat wajib qadha’ secara berjemaah hukumnya adalah sunnah, maka orang yang melaksanakan shalat wajib qadha’ boleh berjemaah pada orang yang sama-sama melaksanakan shalat wajib qadha’, juga boleh berjemaah pada orang yang melaksanakan shalat wajib ada’ atau tepat waktu.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Hasyiatul Bajuri berikut;

ولا يضر اختلاف نية الإمام والمأموم فيصح اقتداء المفترض بالمتنفل والمؤدي بالقاضي وفي طويلة بقصيرة كظهر بصبح وبالعكوس

Perbedaan niat antara imam dan makmum tidak masalah. Karena itu, orang yang shalat wajib hukumnya sah bermakmum pada orang yang shalat sunnah, orang yang shalat tepat waktu hukumnya sah bermakmum pada orang yang melaksanakan shalat qadha’, orang yang shalat panjang hukumnya sah bermakmum pada orang yang melaksanakan shalat pendek seperti Dzuhur dengan Shubu atau sebaliknya.

Begitu juga disebutkan dalam kitab Hasyiatus Syarqawi berikut;

ومع ذلك تحصل فضيلتها كفرض خلف نفل وعكسه ومؤداة خلف مقضية وعكسه

Bersamaan dengan itu, keutamaan shalat berjamaah tetap didapat seperti orang shalat fardhu yang bermakmum kepada orang yang shalat sunnah atau sebaliknya, orang shalat ada’ atau tepat waktu yang bermakmum kepada orang yang shalat qadha’ atau sebaliknya.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here