Hukum Melaksanakan Shalat dengan Memakai Celana Ketat

0
1403

BincangSyariah.Com – Saat ini, banyak dari kalangan para pemuda yang melaksanakan shalat dengan memakai celana ketat. Ini banyak dijumpai terutama di perkotaan, baik ketika melaksanakan shalat Jumat dan shalat lainnya. Sebenarnya, bagaimana hukum melaksanakan shalat dengan memakai celana ketat ini, apakah shalatnya sah?

Melaksanakan shalat dengan memakai celana ketat, seperti celana jeans, hukumnya boleh selama aurat tertutup. Meski lekukan tubuh kelihatan karena celana yang diapakai ketat, namun selama aurat tertutupi dan tidak kelihatan, maka shalatnya tetap dinilai sah.

Dalam shalat, yang menjadi ukuran bukan bentuk pakaian namun fungsi pakaian. Jika pakaian sudah menutupi aurat, meskipun pakaian tersebut berupa celana jeans, sarung, jubbah dan lainnya, maka hukumnya boleh dipakai dan shalatnya dinilai sah.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

ويكفي الستر بجميع أنواع الثياب والجلود والورق والحشيش المنسوج وغير ذلك مما يستر لون البشرة وهذا لا خلاف فيه

Menutup aurat terpenuhi dengan seluruh macam jenis pakaian, kulit, daun, rumput yang dianyam dan lainnya yang menutupi warna kulit. Ini tidak ada perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini.

sMeski shalat dengan memakai celana ketat tetap dinilai sah, namun dianjurkan memakai pakaian yang longgar ketika melaksanakan shalat. Menurut Syaikh Abu Bakar Syatha, bagi laki-laki memakai pakaian ketat dalam shalat hukumnya khilaful aula atau menyalahi perbuatan yang lebih utama. Karena pakaian yang paling utama bagi laki-laki dalam shalat adalah memakai pakaian longgar sekiranya lekukan tubuh tidak terlihat.

Sementara bagi perempuan, memakai pakaian ketat hukumnya makruh. Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

ويكفي ما يحكي لحجم الأعضاء  أي ويكفي جرم يدرك الناس منه قدر الأعضاء كسراويل ضيقة لكنه خلاف الأولى أي للرجل وأما المرأة والخنثى فيكره لهما

Baca Juga :  Mata Rantai Penulisan Kitab Fikih Syafi’i

Sudah dinilai cukup memakai pakaian yang menampakkan lekukan tubuh. Artinya, sudah dinilai cukup memakai pakaian yang lekukan tubuh bisa dilihat orang lain, seperti memakai sarung yang sangat ketat. Akan tetapi hal itu khilaful aula bagi laki-laki, sementara bagi perempuan dan banci makruh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here