Hukum Melaksanakan Umrah  

0
392

BincangSyariah.Com – Ulama sepakat bahwa hukum melaksanakan haji itu fardu ain seumur hidup hanya sekali bagi yang mampu. Namun demikian, ulama berbeda pendapat mengenai hukum umrah. Syekh Wahbah al-Zuhaili menjelaskan dalam al-Fiqhul Islami wa Adillatuh sebagai berikut:

قال الحنفية على المذهب والمالكية على أرجح القولين: العمرة سنة (مؤكدة) مرة واحدة في العمر

Menurut ulama mazhab Hanafi dan dua pendapat paling unggul di antara ulama mazhab Maliki, melakukan umrah itu sunah muakad selama seumur hidup satu kali.

Pendapat tersebut, menurut Syekh Wahbah, didasarkan atas hadis-hadis tentang fondasi Islam itu ada lima. Di antara yang disebutkan hanyalah kewajiban haji, tidak disebutkan mengenai umrah. Selain itu, menurut Syekh Wahbah, pendapat tersebut didasarkan pada hadis riwayat Jabir dan Abu Hurairah demikian:

روي أن أعرابياً جاء إلى رسول الله صلّى الله عليه وسلم، فقال: «يا رسول الله، أخبرني عن العمرة، أواجبة هي؟ فقال: لا، وأن تعتمر خير لك»  وفي رواية «أولى لك».

Diriwayatkan bahwa ada seorang Arab badui yang datang pada Nabi saw. “Wahai Rasul, aku ingin tahu tentang umrah, apa umrah itu wajib?” tanya Arab badui penasaran. Rasulullah menjawab, “Umrah tidak wajib. Tapi kalau kamu umrah itu lebih baik.” Dalam riwayat lain menggunakan redaksi lebih utama. (HR. Tirmidzi) 

الحج جهاد والعمرة تطوع

Haji itu bagaikan jihad, dan umrah itu ibadah sunah. (HR Baihaqi dan Darqutni).

Namun demikian, Syekh Wahbah lebih memilih pendapat yang menyatakan bahwa umrah itu wajib seumur hidup sekali bagi yang mampu sebagaimana ibadah haji. Menurut Syekh Wahbah, pendapat ini dipelopori kaul azhar ulama mazhab Syafii dan Hambali. Alasannya, hadis-hadis di atas itu daif, dan terdapat dalil Alquran yang menyatakan kewajiban haji dan umrah dengan redaksi perintah (shigatul amr) sebagaimana firman Allah Swt. berikut:

Baca Juga :  Kapan Hari Terbaik Memotong Kuku?

وأتموا الحج والعمرة لله

Sempurnakanlah haji dan umrah kalian karena Allah (Q.S. al-Baqarah; 196)

Selain itu, terdapat hadis yang diriwayatkan Aisyah yang mengindikasikan bahwa umrah itu wajib sebagaimana berikut:

قلت: يا رسول الله، هل على النساء جهاد؟ قال: نعم، جهاد لا قتال فيه: الحج والعمرة

“Aku bertanya pada Rasulullah,” kata Aisyah. “Rasul, apaka perempuan itu wajib jihad?” “Iya, perempuan itu wajib jihad yang di dalamnya tidak ada peperangan, yaitu melakukan haji dan umrah” (HR Ibnu Majah dan Baihaqi).

Dari pendapat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa umrah itu paling tidak dilakukan seumur hidup sekali, baik menurut pendapat yang menganggapnya wajib maupun sunah. Bagi ulama yang menganggapnya sunah, umrah kedua, ketiga, dan seterusnya sudah tidak dianggap sunah muakad lagi, alias mubah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here