Hukum Mandi Sebelum I’tikaf

0
644

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa sebelum berangkat melaksanakan shalat Jumat ke masjid, kita dianjurkan untuk mandi keramas terlebih dahulu. Ini bertujuan agar kita bersih sehingga tidak mengganggu orang lain. Bagaimana hukum mandi sebelum melakukan i’tikaf di masjid, apakah juga dianjurkan?

Di dalam Islam, kita dianjurkan untuk melakukan i’tikaf di masjid. I’tikaf di masjid boleh dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu tertentu. Kita boleh melakukan i’tikaf di siang hari maupun malam hari, di bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan. Hanya saja, melakukan i’tikaf di bulan Ramadhan lebih sangat dianjurkan.

Hal ini karena Nabi Saw senantiasa melakukan i’tikaf di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, Anas bin Malik, dan Sayidah Aisyah;

أن النبي صلّى الله عليه وسلم كان يعتكف في العشر الأواخر من رمضان، منذ قدم المدينة إلى أن توفاه الله تعالى

Sesungguhnya Nabi Saw melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sejak beliau datang ke Madinah sampai Allah mewafatkannya.

Juga berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri, Nabi Saw bersabda;

إِنِّى اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ الأَوَّلَ أَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ ثُمَّ اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ الأَوْسَطَ ثُمَّ أُتِيتُ فَقِيلَ لِى إِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَعْتَكِفَ فَلْيَعْتَكِفْ فَاعْتَكَفَ النَّاسُ مَعَهُ

Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah. Kemudian para sahabat beri’tikaf bersama beliau.

Baca Juga :  Mengenal Perangai Virus dan Penangkalnya Menurut Pandangan Agama Islam

Di antara perkara yang dianjurkan ketika hendak melakukan i’tikaf di masjid adalah mandi terlebih dahulu. Dalam kitab Fath al-Mu’in, Syaikh Zainuddin Al-Malibari menyebutkan bahwa mandi sebelum i’tikaf termasuk bagian mandi yang dianjurkan untuk dilakukan, sebagaimana mandi ketika hendak berangkat melaksanakan shalat Jumat di masjid.

Syaikh Zainuddin Al-Malibari berkata sebagai berikut;

و من الأغسال المسنونة غسل العيدين والكسوفين والاستسقاء واغسال الحج وغسل غاسل الميت والغسل للاعتكاف

Termasuk mandi-mandi yang disunnahkan adalah mandi untuk shalat Idul Fitri dan Idul Adha, mandi gerhana, mandi untuk shalat minta hujan, mandi-mandi haji, mandinya orang yang memandikan mayit, dan mandi karena hendak i’tikaf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here