Hukum Makmum Membaca Alaihis Salam Ketika Nama Nabi Disebut dalam Shalat

0
1577

BincangSyariah.Com – Ketika shalat berjemaah di sebuah masjid, kadang kita mendengar salah seorang makmum membaca alaihis salam saat nama nabi tertentu disebut. Misalnya, saat imam shalat membaca surah Al-A’la, maka diakhir ayat nama Nabi Ibrahim dan Nabi Musa disebut. Kemudian ada sebagian makmum yang membaca ‘alaihis salam’. Bagaimana hukum membaca ‘alaihis salam’ ketika nama nabi tertentu disebut dalam shalat?

Terdapat perbedaan pendapat ulama terkait hukum membaca ‘alaihis salam’ ketika nama nabi tertentu disebut dalam shalat. Setidaknya, ada dua pendapat ulama mengenai masalah ini.

Pertama, membaca ‘alaihis salam’ ketika nama nabi tertentu disebut dalam shalat, khususnya nama Nabi Muhammad, hukumnya adalah sunnah. Ini adalah pendapat yang mendekati kebenaran. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Istmidul Ainain berikut;

متى ذكر نبينا أو غيره من الأنبياء في آية سن الصلاة عليه في الأقرب كما في العباب

Ketika nama nabi kita atau nabi lainnya disebut dalam sebuah ayat, maka disunnahkan membaca shalawat atasnya, menurut pendapat yang lebih dekat, seperti disebutkan dalam kitab Al-‘Ubab.

Menurut pendapat ini, ketika kita mendengar nama Nabi Muhammad atau nama nabi lainnya disebut dalam shalat saat membaca ayat Al-Quran, maka kita tetap disunnahkan untuk membaca shalawat dan salam atas mereka. Contohnya, membaca ‘alaihis salam, shollallahu ‘alaihi, shollallahu ‘alaihima, atau shollallahu ‘alaihim’.

Kedua, tidak disunnahkan membaca ‘alaihis salam’ ketika mendengar nama nabi tertentu, meski nama Nabi Muhammad, disebut dalam shalat. Ini adalah pendapat Imam Nawawi, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

فلو قرأ المصلي آية أو سمع أية فيها اسم محمد صلى الله عليه وسلم لم تندب الصلاة عليه كما أفتى به النووى

Baca Juga :  Anjuran Berdehem Setelah Kencing

Jika orang yang shalat membaca atau mendengar ayat yang terdapat nama Nabi Muhammad Saw, maka tidak disunnahkan membaca shalawat atasnya, sebagaimana telah difatwakan oleh Imam Nawawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here