Hukum Makmum Laki-laki Bertepuk Tangan Saat Mengingatkan Imam

1
148

BincangSyariah.Com – Mengingatkan imam yang lupa bagi makmum hukumnya sunnah. Cara makmum laki-laki mengingatkan imam adalah dengan membaca subhaanallah, sementara bagi makmum perempuan dengan bertepuk tangan. Namun bagaimana hukumnya jika makmum laki-laki bertpak tangan saat mengingatkan imam, apakah shalatnya batal?

Menurut kebanyakan para ulama, cara makmum laki-laki mengingatkan imam adalah dengan membaca subhaanallah, sementara bagi makmum perempuan adalah dengan bertepuk tangan. Ini merupakan pendapat ulama Hanafiyah, Syafiiyah dan Hanabilah.

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Sahl bin Sa’d, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِذَا نَابَكُمْ شَيْءٌ فِي صَلاَتِكُمْ فَلْيُسَبِّحِ الرِّجَال وَلْتُصَفِّقِ النِّسَاءُ

Jika terjadi sesuatu dalam shalat kalian, maka hendaknya laki-laki membaca tasbih dan perempuan bertepuk tangan.

Juga berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

التَّسْبِيحُ لِلرِّجَال وَالتَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ

Membaca tasbih bagi laki-laki sementara bertepuk tangan bagi perempuan.

Berdasarkan dua hadis di atas, maka makmum laki-laki disyariatkan untuk membaca subhaanallah ketika mengingatkan imam, bukan bertepuk tangan. Jika makmum laki-laki bertepuk tangan, maka hukumnya makruh. Ini adalah pendapat yang disepakati oleh ulama fiqih.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

تَصْفِيقُ الرَّجُل فِي الصَّلاَة : اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى كَرَاهَةِ تَصْفِيقِ الرَّجُل فِي الصَّلاَةِ مُطْلَقًا

Hukum laki-laki bertepuk tangan dalam shalat. Ulama fiqih telah sepakat mengenai kemakruhan bertepuk tangan bagi laki-laki dalam shalat secara mutlak.

Meski makruh, namun bertepuk tangan bagi makmum laki-laki tidak membatalkan shalat, jika hal itu dilakukan bertujuan untuk mengingatkan imam. Oleh karena itu, ia tidak perlu mengulangi shalat jika ia bertepuk tangan untuk mengingatkan imam.

Baca Juga :  Kurban Disunahkan Setiap Tahun atau Sekali Seumur Hidup?

Hal ini karena ketika para sahabat mengingatkan Abu Bakar dengan bertepuk tangan, Nabi Saw tidak menyuruh sahabat untuk mengulangi shalat, melainkan beliau hanya menegur bahwa ketika mereka mengingatkan imam hendaknya membaca subhanallah, bukan bertepuk tangan karena bertepuk tangan disyariatkan bagi kalangan makmum perempuan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Sahl bin Sa’d, bahwa Nabi Saw bersabda;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ مَا لَكُمْ حِينَ نَابَكُمْ شَيْءٌ فِي الصَّلاَةِ أَخَذْتُمْ فِي التَّصْفِيقِ؟ إِنَّمَا التَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ. مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلاَتِهِ فَلْيَقُل: سُبْحَانَ اللَّهِ، فَإِنَّهُ لاَ يَسْمَعُهُ أَحَدٌ حِينَ يَقُول: سُبْحَانَ اللَّهِ إِلاَّ الْتَفَتَ

Wahai sekalian manusia, mengapa kalian ketika mendapatkan sesuatu dalam shalat, kalian melakukannya dengan bertepuk tangan? Sesungguhnya bertepuk tangan itu bagi perempuan. Maka siapa yang mendapatkan sesuatu dalam shalatnya, maka hendaklah mengucapkan subhaanallah, karena tidaklah seseorang mendengar ketika ada yang berucap subhaanallah kecuali dia akan menoleh.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here