Hukum Khutbah Terlalu Panjang

1
75

BincangSyariah.Com – Ketika menyampaikan khutbah Jumat, terutama di kota-kota besar, durasi waktunya berbeda-beda antara khatib satu dengan yang lain. Ada yang menyampaikan khutbah Jumat dengan durasi pendek, ada yang panjang, dan ada juga yang sangat panjang sehingga membuat jemaah bosan dan mengantuk. Sebenarnya, bagaimana hukum menyampaikan khutbah Jumat terlalu panjang?

Menurut para ulama, menyampaikan khutbah yang terlalu panjang sehingga membuat jemaah bosan dan mengantuk hukumnya adalah makruh. Khatib sangat dianjurkan untuk menyampaikan khutbah Jumat dengan durasi sedang, tidak terlalu pendek juga tidak terlalu panjang.

Terdapat beberapa dalil yang dijadikan dasar oleh para ulama mengenai kemakruhan menyampaikan khutbah dengan durasi terlalu panjang. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Muslim dan Abu Daud, dari

كانت صلاة النبي صلى الله عليه وسلم قصدا وخطبته قصدا

Shalatnya Nabi Saw sedang dan khutbahnya sedang.

Maksud sedang dalam hadis ini adalah larangan menyampaikan khutbah Jumat terlalu panjang sekaligus anjuran memperpendeknya. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab ‘Aunul Ma’bud berikut ini,

(وخطبته قصدا ) القصد في الشيء هو الاقتصاد فيه وترك التطويل وإنما كانت صلاته صلى الله عليه واله وسلم وخطبته كذلك لئلا يمل الناس والحديث فيه مشروعية إقصار الخطبة ولا خلاف في ذلك

Sedang dalam perkara adalah seimbang di dalamnya dan tidak memanjangkan. Shalat dan khutbah Nabi Saw dilakukan dalam durasi sedang agar manusia tidak bosan. Hadis ini menganjurkan meringkas khutbah, dan tidak ada perbedaan pendapat dalam hal tersebut.

Juga berdasrkan hadis Imam An-Nasa’i dari Abdullah bin Abi Aufa, dia berkata;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ الذِّكْرَ، وَيُقِلُّ اللَّغْوَ، وَيُطِيلُ الصَّلَاةَ، وَيُقَصِّرُ الْخُطْبَةَ، وَلَا يَأْنَفُ أَنْ يَمْشِيَ مَعَ الْأَرْمَلَةِ، وَالْمِسْكِينِ فَيَقْضِيَ لَهُ الْحَاجَةَ

Baca Juga :  Tujuan dan Hikmah Disyariatkan Ibadah

Rasulullah Saw selalu memperbanyak zikir dan sedikit melakukan perbuatan sia-sia. Beliau juga memperpanjang shalat dan mempersingkat khutbah, serta tidak sungkan untuk berjalan bersama para janda dan orang-orang miskin, lalu memenuhi kebutuhannya.

Dengan demikian, menyampaikan khutbah dengan durasi terlalu panjang sehingga membuat jemaah bosan, malas mendengarkan, dan mengantuk hukumnya adalah makruh. Sebaliknya, dianjurkan mempersingkat khutbah Jumat tanpa mengabaikan isi dan pesan khutbah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here