Hukum Khutbah Jumat Menggunakan Kaset

1
23

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa shalat Jumat harus didahului dengan dua kali khutbah. Dua kali khutbah sebelum Jumat ini disebut dengan khutbatail jumu’ah atau dua khutbah Jumat. Selama ini, khutbah Jumat dibaca oleh khatib secara langsung, bukan menggunakan kaset, radio dan lainnya. Namun bagaimana jika khutbah Jumat menggunakan kaset, apakah sah?

Dua khutbah Jumat menggunakan kaset hukumnya tidak sah. Shalat Jumat tidak sah tanpa didahului dengan dua khutbah yang disampaikan oleh seorang khatib secara langsung. Jika dua khutbah Jumat disampaikan dengan menggunakan kaset, bukan disampaikan khatib secara langsung, maka hukumnya tidak sah. (Baca: Ukuran Minimal Ayat yang Dibaca dalam Khutbah Jumat)

Ini sebagaimana telah difatwakan oleh Syaikh Hasanain Muhammad Makhluf dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah berikut;

سؤال: يوجد في قريتنا جامعٌ بدون إمامٍ ولا مقرئ. فهل يجوز سماع القرآن والخطبة من جهاز الراديو، وتكون الصلاة بعد الخطبة؟

جواب: إنه ورد في الحديث كما رواه البخاري أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال: صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّي، ولم يصلِّ عليه السلام الجمعةَ إلا في جماعة، وكان يخطب خطبتين يجلس بينهما كما رواه البخاري ومسلم، ولذا انعقد الإجماع على أنها لا تصحُّ إلا بجماعة يؤمُّهم أحدهم كما ذكره الإمام النووي في المجموع، وقال ابن قدامة في المغني: الْخُطْبَة شَرْطٌ فِي الْجُمُعَةِ، لَا تَصِحُّ بِدُونِهَا.اهـ، وانعقد إجماع الأئمة الأربعة على ذلك.وعلى هذا: لا تصح صلاة الجمعة في هذه القرية المسؤول عنها بدون إمامٍ ولا خطبةٍ، ولا يكفي في ذلك سماعُ الخطبة وحركات الإمام من المذياع.

Pertanyaan; Di kampung kami ada sebuah masjid yang tidak ada imam dan orang yang membacakan khutbah. Apakah boleh mendengarkan Al-Quran dan khutbah dari radio, dan melaksanakan shalat setelah khutbah?

Baca Juga :  Belum Mendapat Petunjuk, Bolehkah Mengulang-ulang Salat Istikharah?

Jawabannya: Terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bahwa Nabi Saw bersabda ‘Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melakukan shalat’, dan beliau tidak melaksanakan shalat Jumat kecuali secara berjemaah dan beliau menyampaikan dua khutbah Jumat yang dipisah dengan duduk di antara keduanya, sebagiaman diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Karena itu, ulama telah sepakat bahwa shalat Jumat tidak sah kecuali dengan berjemaah yang diimami oleh salah satu di antara jemaah, sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majumu’.

Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni mengatakan bahwa khutbah merupakan syarat shalat Jumat, tidak sah tanpa khutbah. Ulama empat madzhab telah sepakat akan hal itu. Berdasarkan ini, maka shalat Jumat di kampung yang ditanyakan tersebut tidak sah tanpa imam dan khutbah. Dan tidak cukup hanya mendengarkan khutbah Jumat menggunakan kaset melalui radio.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here