Hukum I’tikaf di Menara Masjid, Apakah Boleh?

0
67

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, banyak masjid yang di depan atau sampingnya dibangun masjid. Umumnya, menara ini digunakan sebagai tempat meletakkan speaker, dan jarang difungsikan pada lainnya. Namun bagaimana jika di menara masjid ada seseorang yang melakukan i’tikaf, apakah sah? (Baca: Enam Hal yang Dimakruhkan saat I’tikaf)

Dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi menjelaskan bahwa kebolehan i’tikaf di menara masjid ini dilihat dari posisi bangunan menaranya. Disebutkan bahwa ada empat posisi bangunan menara masjid.

Pertama, bangunannya berada di dalam masjid. Jika posisinya demikian, maka para ulama sepakat mengenai kebolehan dan keabsahan i’tikaf di dalamnya.

Kedua, bangunannya berada di luar masjid tetapi masih berada di serambi atau halaman masjid. Jika demikian, maka boleh dan sah i’tikaf di dalamnya.

Ketiga, bangunannya berada di luar masjid dan bukan di serambinya, akan tetapi masih bertemu dengan bangunan masjid, juga memiliki pintu yang terhubung ke masjid. Dalam posisi seperti itu, maka boleh i’tikaf di dalamnya.

Keempat, bangunannya di luar masjid dan tidak bertemu dengan bangunan masjid. Jika demikian, maka para ulama berbeda pendapat. Sebagian berpendapat tidak boleh i’tikaf di dalamnya, sebagian membolehkan.

Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

قَالَ الْقَاضِي أَبُو الطَّيِّبِ في المجرد قال قَالَ الشَّافِعِيُّ فِي الْبُوَيْطِيِّ وَيَصِحُّ الِاعْتِكَافُ فِي الْمَنَارَةِ قُلْتُ هَذَا مَحْمُولٌ عَلَى مَنَارَةٍ فِي رَحَبَةِ الْمَسْجِدِ أَوْ بَابِهَا إلَيْهَا كَمَا سَبَقَ {فَرْعٌ} قَدْ ذَكَرْنَا أَنَّ الْمَنَارَةَ الَّتِي فِي رَحَبَةِ الْمَسْجِدِ يَجُوزُ لِلْمُؤَذِّنِ وَغَيْرِهِ صُعُودُهَا وَلَا يَبْطُلُ الِاعْتِكَافُ بِذَلِكَ نَصَّ عَلَيْهِ الشَّافِعِيُّ وَاتَّفَقَ الْأَصْحَابُ عَلَيْهِ

Al-Qadhi Abu Al-Thib berkata dalam kitab Al-Mujarrad, dia berkata bahwa Imam Al-Syafii dalam Al-Buwaithi berkata, ‘Dan sah melakukan i’tikaf di dalam menara masjid. Saya berkata; Ini dimaksudkan terhadapa menara yang berada di serambi masjid atau pintunya terhubung ke masjid, seperti penjelasan di awal. Cabang; Kami telah menjelaskan bahwa menara yang berada di serambi masjid, boleh bagi muadzin dan lainnya menaikinya dan i’tikaf tidak batal dengan hal itu. Ini ditegaskan oleh Imam Syafii dan ulama Syafiiyah sepakat terhadapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here