Hukum Istinja Sambil Menghadap Kiblat

0
18

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, kita tidak dibolehkan menghadap kiblat ketika kita buang hajat dan kencing. Jika kita menghadap langsung pada kiblat tanpa ada penghalang, maka hukumnya adalah haram. Namun jika ada penghalang, seperti di dalam ruangan tertutup, maka hukumnya makruh. Namun bagaimana jika istinja sambil menghadap kiblat, apakah juga tidak boleh?

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama terkait hukum istinja sambil menghadap kiblat atau membelakanginya, ulama Hanafiyah, menghadap kiblat atau membelakanginya ketika istinja’ hukumnya adalah makruh. Mereka berpendapat bahwa menghadap kiblat atau membelakanginya saat istinja’ termasuk perbuatan suul adab atau tindakan tidak beradab.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

فَاسْتِقْبَال الْقِبْلَةِ أَوِ اسْتِدْبَارُهَا حَالَةَ الاِسْتِنْجَاءِ تَرْكُ أَدَبٍ، وَهُوَ مَكْرُوهٌ كَرَاهَةَ تَنْزِيهٍ، كَمَا فِي مَدِّ الرِّجْل إِلَيْهَا

Menghadap kiblat atau membelakanginya ketika istinja’ merupakan perbuatan tidak beradab, dan hukumnya adalah makruh tanzih, sebagaimana hukum menselonjorkan kaki pada kiblat.

Sementara menurut ulama Syafiiyah, istinja sambil menghadap kiblat atau membelakanginya hukumnya adalah boleh, tidak makruh. Hal ini karena larangan menghadap kiblat dan membelakanginya hanya berlaku ketika membuang hajat dan kencing, bukan ketika istinja’. Karena itu, tidak masalah istinja’ dengan menghadap kiblat atau membelakanginya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَعِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ: يَجُوزُ الاِسْتِنْجَاءُ مَعَ الاِتِّجَاهِ إِلَى الْقِبْلَةِ مِنْ غَيْرِ كَرَاهَةٍ، لأِنَّ النَّهْيَ وَرَدَ فِي اسْتِقْبَالِهَا وَاسْتِدْبَارِهَا بِبَوْلٍ أَوْ غَائِطٍ

Menurut ulama Syafiiyah, boleh istinja’ sambil menghadap kiblat tanpa adanya kemakruhan. Ini karena larangan menghadap kiblat dan membelakanginya hanya tertuju pada buang hajat dan kencing.

Ini juga telah dijelaskan oleh Syaikh Ahmad bin Hijazi Al-Fasyni dalam kitab Mawahib Al-Shamad fi Hilli Alfadz Al-Zubad berikut;

تنبيه: لا يكره استقبال القبلة ولا استدبارها حال الاستنجاء او الجماع او اخراج الريح

Peringatan: Tidak dimakruhkan menghadap kiblat dan juga membelakanginya saat istinja’, saat melakukan hubungan badan, dan saat mengeluarkan angin atau kentut. 

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here