Hukum Istinja’ (Cebok) Pakai Tisu

0
10853

BincangSyariah.Com – Istinja’ adalah bersuci setelah buang air kecil atau besar. Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib menjelaskan bahwa hukum istinja’ adalah wajib untuk menghilangkan najis dan menyucikannya.

Istinja’ diambil dari kata “najautus syai’a ai qhatha’tuhu” (aku memutus sesuatu) karena seakan-akan orang yang melakukan istinja’ telah memutus kotoran dari dirinya dengan istinja’ tersebut. Instinja’ dalam islam bisa menggunakan air atau batu jika tidak ada air. Sebagaimana tertulis dalam dua hadis berikut.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يدخل الخلاء فأحمل أنا، وغلام نحوي، إداوة من ماء، وعنزة فيستنجي بالماء

Dari Anas bin Malik Ra. yang menyampaikan, “Rasulullah hendak buang air maka aku dan seorang anak kecil membawa sebuah wadah berisi air dan sebuah tongkat. Maka beliau -shallallahu alaihi wa sallam- beristinja’ menggunakan air” (HR Bukhari dan Muslim)

عن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال، “إذا ذهب أحدكم لحاجته، فليستطب بثلاثة أحجار، فإنها تجزئ.

Dari Aisyah yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Jika salah seorang dari kalian pergi untuk buang hajat, maka hendaknya dia menggunakan 3 batu. Karena hal itu cukup baginya” (HR. Abu Daud)

Namun seiring berkembangnya zaman, media untuk istinja’ pun semakin beragam, tidak hanya menggunakan air atau batu. Saat ini, di beberapa bangunan kelas atas seperti hotel restoran dan lainnya sudah banyak yang menggunakan tisu atau toilet paper sebagai media untuk beristinja’.

Sehingga pertanyaan yang mengemuka sekarang adalah, bagaimana hukum istinja’ dengan selain air dan batu? Apakah istinja’ menggunakan tisu atau toilet paper bisa mensucikan?

Baca Juga :  Tata Cara Shalat Sunnah Agar Cepat Sembuh dari Sakit

Adapun kriteria media apa saja yang bisa digunakan untuk istinja’ sebenarnya telah dijelaskan oleh Al-Ghazi dalam kitabnya Fathul Qarib dengan redaksi berikut:

واجب من خروج البول والغائط بالماء أو الحجر وما في معناه من كل جامد طاهر قالع غير محترم

Artinya, “ Wajib Istinja’ sebab keluarnya air kencing atau air besar, istinja’ bisa dilakukan dengan menggunakan air atau batu dan barang-barang yang semakna dengan batu, yaitu setiap benda padat yang suci, bisa menghilangkan kotoran dan tidak dimuliakan oleh syariat.”

Dengan kriteria di atas maka istinja’ menggunakan lembaran tisu atau toilet paper pun termasuk dibolehkan. Sebagaimana mengutip uraian Mushthafa Dib al-Bugha dalam At-Tahdzib Fi Adillati Matn Al-Ghayah Wa At-Taqrib yang menjelaskan dengan redaksi

ويجزء كل جاف طاهر كالورق

Yang artinya; ‘setiap benda kering yang suci seperi lembaran daun bisa digunakan istinja’’.

Maka dengan demikian toilet paper -seperti halnya lembaran daun yang kesat dan suci-, bisa digolongkan sebagai benda-benda yang semakna dengan batu. Wallahu ‘alam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here